JUMAT , 21 SEPTEMBER 2018

Rahmat: Kasus Politik Uang Kader PDIP Lemah

Reporter:

Editor:

Ridwan Lallo

Minggu , 03 Juni 2018 09:28
Rahmat: Kasus Politik Uang Kader PDIP Lemah

int

-Tim TP Siap Kawal Jamil

PAREPARE, RAKSUL.COM– Ketua DPC Partai Demokrat Parepare, Rahmat Sjamsu Alam angkat bicara terkait kasus dugaan politik uang (money politics) yang menimpa salah satu kader PDIP, Jamil Hasyim.

Kasus yang berproses di Sentra Gakkumdu itu, kini tengah dalam persidangan di Pengadilan Negeri (PN) Parepare.

Rahmat menilai tuduhan dugaan politik uang kepada Jamil itu lemah. Dia mengatakan, apakah mungkin seseorang bisa mempengaruhi pemilih dalam waktu yang masih lama, hanya dengan uang pecahan Rp50 ribu.

“Politik uang itu biasanya terjadi di akhir menjelang pemungutan suara. Itu dengan pertimbangan atau asumsi pemilih tidak akan mengubah lagi pilihannya walaupun pada kenyataannya tidak dapat dijamin 100 persen,” ulas Rahmat yang akrab disapa Ato, Sabtu, 2 Juni 2018.

Menurut Wakil Ketua DPRD Parepare ini, sangatlah riskan seseorang mau memberi uang untuk mempengaruhi pilihan seseorang dengan waktu yang masih lama, apalagi dengan uang yang hanya bernilai Rp50 ribu.

“Jadi sebenarnya uang Rp50 ribu itu adalah uang transpor seperti jika pemerintah melakukan sosialisasi atau pelatihan, saat anggota DPRD reses dan lainnya, maka para peserta diberi uang transpor senilai Rp50 ribu. Nilai Rp50 ribu itu sudah berlaku umum sebagai uang transpor bagi peserta yang telah mengikuti kegiatan,” papar Rahmat.

Demokrat bersama PDIP, Golkar, PAN, dan Gerindra berkoalisi mengusung Calon Wali Kota-Wakil Wali Kota Parepare nomor urut 1, Taufan Pawe-Pangerang Rahim (TP).

Ketua Tim Pemenangan TP, Kaharuddin Kadir mengatakan, kasus yang menimpa Jamil Hasyim tetap menjadi perhatian Tim TP.

“Pastinya kita akan memperhatikan kasus yang menimpa Pak Jamil ini. Insya Allah, kita akan kawal,” kata Ketua Harian DPD II Partai Golkar Parepare ini. (*)


div>