KAMIS , 26 APRIL 2018

Raja Abdullah Banyak Ampuni WNI yang Dihukum Mati

Reporter:

Editor:

rakyat-admin

Sabtu , 24 Januari 2015 10:56
Raja Abdullah Banyak Ampuni WNI yang Dihukum Mati

Raja Abdullah dishalatkan. (Int)

ARAB SAUDI, RAKYATSULSEL.COM – Raja Arab Saudi Abdullah bin Abdul Aziz (90) wafat dini hari kemarin. Aliran ucapan bela sungkawa pun berdatangan. Dari bekas Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) hingga Presiden Amerika Serikat (AS) Barack Obama.

Menurut SBY, Raja Abdullah berjasa mengampuni banyak warga negara Indonesia (WNI) dari hukuman mati.

Atas wafatnya Raja Saudi Arabia, Abdullah bin Abdulaziz, selaku mantan Presiden dan pribadi saya mengucapkan be­lasungkawa yang dalam,” tulis SBY melalui account Twitter-nya, @SBYudhoyono.

“Atas permohonan saya, be­liau memberikan pengampunan atas banyak WNIyang divonis hukuman mati di Saudi Arabia,” lanjut SBY.

SBY juga memuji sosok Raja Abdullah, yang mengabul­kan permintaan Indonesia agar menangani ribuan WNIyang overstay dengan baik. SBY juga masih ingat ketika Raja Abdullah meneleponnya untuk menyam­paikan belasungkawa ketika Indonesia dilanda gempa pada 2009. Kala itu, Raja Abdullah juga menyalurkan bantuan untuk Indonesia.

“Semoga almarhum Raja Abdullah, pemimpin bijak dan sahabat baik Indonesia, diterima di sisi Allah sesuai dengan amal dan ibadahnya,” ujar SBY.

Pemerintah Indonesia ju­ga menyampaikan rasa kes­edihan atas mangkatnya Raja Abdullah lewat account Twitter resmi Kementerian Luar Negeri Indonesia.

“Indonesia turut berduka atas wafatnya Yang Mulia Raja Saudi Arabia,” tulis Twitter Kementerian Luar Negeri Indonesia.

Wakil Presiden Jusuf Kalla dan istri, Mufidah,  serta rombon­gan terbatas akan berkunjung ke Arab Saudi, Sabtu (24/1) dan kembali pada 26 Januari. Dalam kunjungan itu, Wapres juga akan menyampaikan belasungkawa dan memberikan ucapan selamat atas pelantikan Putra Mahkota Pangeran Salman sebagai Raja Arab Saudi yang baru.

Dari AS, Presiden Barack Obama menelepon pihak kera­jaan dan menyampaikan ra­sa sedihnya. Obama memuji Raja Abdullah sebagai sosok yang berkontribusi besar dalam pekembangan perdamaian dan reformasi di kawasan Timur Tengah.

“Negara kami telah bekerja sama dan menghadapi kesuli­tan bersama-sama. Saya selalu menghargai keputusan beliau. Kebijaksanaan beliau akan saya rindukan,” ujar Obama dalam pernyataan yang dikeluarkan Gedung Putih, kemarin.

Bekas Presiden George H W Bush juga menyampaikan belasungkawa.

“Kami sangat ke­hilangan sekutu terbaik kami,” ujar Bush.

Pesan bela sungkkawa juga da­tang dari Perdana Menteri (PM) Inggris David Cameron dan PM India Narendra Modi.

“Saya benar-benar sedih dan tidak menyangka. Semoga hubungan Inggris dan kerajaan Arab Saudi terus berjalan lancar selepas peninggalan beliau,” harap Cameron.

PM Modi menyampaikan bela sungkawa lewat account Twitter miliknya. Seorang tokoh pent­ing dalam era ini meninggal­kan kita.

“Dia telah membawa dampak luar biasa positif kepada negaranya. Semoga dia tenang di sana,” cuit Modi.

Raja Abdullah menghembus­kan napas terakhirnya Jumat pukul 01.00 pagi waktu setem­pat. Seluruh keluarga menemani sang raja di detik-detik terakh­irnya. Dia telah lama berjuang melawan penyakit infeksi paru-paru, yang makin sering kumat. Kematiannya ditandai dengan diputarkannya ayat-ayat suci Al-Quran di Saudi, negara kaya minyak.

Abdullah berperan besar da­lam proses perdamaian di Timur Tengah. Kampanye perdamaian yang terus dia galakan adalah negosiasi damai Israel-Palestina dan perang melawan Negara Islam (ISIS).  (rmol)


div>