Raja Salman ke Indonesia, Warga Maros Ini Akan Manfaatkan Untuk Menagih Janji

MAROS, RAKYATSULSEL.COM – Kedatangan raja Arab Saudi, Salman Abdulasis Al Saud ke Indonesia, disambut baik oleh seluruh warga dan Pemerintah Indonesia.

Tak kecuali Subandi (52) bersama istrinya Hasrah (46), warga Kelurahan Raya, Kecamatan Turikela, Kabupaten Maros, Sulawesi Selatan, akan memanfaatkan moment  untuk menagih janji oleh Raja Salman.

Suami istri ini diketahui salah satu korban Crane di Masjid Haram Mekkah pada tahun 2015 silam. Sehingga nekat akan mengujungi Raja Salma ketika berada di Indonesia.

“Atas kedatanganya Raja Salma ke Indonesia, adalah moment untuk menagih janjinya para korban Crane,” katanya

Pada peristiwa nahas tersebut, Istri Polisi yang berpangkat Aiptu ini, menceritakan dirawat selama 18 hari di dua rumah sakit di Arab Saudi lantaran kepala bagian kanannya retak.

Meski sempat kritis, ia  mengaku sangat bersyukur karena semua rukun haji masih bisa ia jalankan.

Hanya saja, lanjut ceritanya, beberapa ibadah sunnah seperti Umrah, belum bisa ia kerjakan karena kondisi fisiknya tidak memungkinkan.

“Kami sangat berharap, janji Raja Salman bagi para korban crane bisa ditunaikan. Khususnya janji untuk mengundang kami kembali ke tanah suci. Saya ingin kembali lagi kesana untuk menunaikan ibadah haji dalam kondisi yang sehat sehingga bisa menunaikan ibadah dengan maksimal,” ungkapnya.

Hasrah yang mendampingi suaminya, bahkan sempat meneteskan air mata saat mengatakan keinginannya untuk kembali ke tanah suci.

Ia sangat kecewa setelah klaim asuransinya ditolak oleh pihak asuransi. Ia berharap janji Raja Salman bagi para korban crane bisa segera ditunaikan setelah ia berkunjung ke Indonesia nantinya.
[NEXT-RASUL]
“Kami sangat berharap Raja Salman bisa menunaikan janjinya itu kepada kami. Pemerintah kita harus kembali membicarakannya, karena walau bagaimanapun ini sudah ia ucapkan kepada para korban saat itu,” ujarnya.

Selama ini, Hasrah mengaku sudah mengurus klaim asuransi atas musibah yang menimpa suaminya. Namun, pihak asuransi menganggap suaminya tidak layak mendapatkan klaim asuransi.

Meski tangan kiri dan mulutnya tidak lagi berfungsi normal karena dua saraf di otaknya terputus akibat peristiwa itu.

“Tangan kirinya sekarang tidak normal lagi. Jadi kalau mau pakai baju, harus orang lain yang mengancing bajunya. Belum lagi kalau makan, terkadang nasi keluar dari mulutnya tanpa ia sengaja, karena ia tidak bisa mengontrol lagi mulut sebelah kirinya,” sebutnya.

Subandi merupakan salah seorang dari 53 jemaah haji asal Indonesia yang menjadi korban rubuhnya crane di Masjid Haram Mekkah pada 11 September 2015 silam. Ia berangkat ke Mekkah pada tanggal 8 September 2015 dan tergabung dalam kelompok terbang 16 asal Maros dan Soppeng.