SENIN , 18 DESEMBER 2017

Rajin Absensi e-Panrita, None Umrohkan Dua Guru

Reporter:

Editor:

Lukman

Rabu , 08 November 2017 19:51
Rajin Absensi e-Panrita, None Umrohkan Dua Guru

Salah satu guru di Sulsel yang mendapat reward umroh dari Kadis Pendidikan Sulsel karena kedisiplinannya.

MAKASSAR, RAKYATSULSEL.COM – Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Sulawesi Selatan, Irman Yasin Limpo memberikan reward kepada dua guru di Sulsel gara-gara kedisiplinan dan keteladanannya.

Tak tanggung-tanggung, reward yang Irman berikan kepada dua guru tersebut adalah umroh gratis.

Kedua guru yang beruntung tersebut adalah Thamrin, S.Pd dan Syahrul, S.Pd. Thamrin mengajar di SMA Negeri 16 Makassar dan Syahrul mengajar di SMA Negeri 1 Lappariaja, Bone.

Thamrin dan Syahrul diberikan penghargaan menunaikan ibadah umroh ke Tanah Suci setelah melalui seleksi guru teladan/disiplin versi aplikasi e-Panrita. Dalam aplikasi cerdas Disdik yang sedang popular itu, salah satu fiturnya adalah absensi online.

Berdasarkan penelusuran atau rekam jejak pengabsenan dalam server e-Panrita, ditemukan bahwa kedua guru tersebut paling disiplin. Waktu absensi datang ke sekolah dan absensi pulang dari sekolah oleh keduanya menunjukkan waktu yang selalu tepat dan paling konsisten.

“Berdasarkan data absensi di server itulah keduanya terseleksi paling disiplin di antara ribuan guru lainnya. Dan sebagai bentuk penghargaan, kami berangkatkan keduanya pergi umroh,” terang None (sapaan akrab Irman) saat diwawancarai jurnalis di kantornya, Rabu (8 November 2017).

Rencana keberangkatan mereka juga tergolong cepat. Baik Syahrul maupun Thamrin beberapa hari ini sudah disibukkan dengan pengurusan paspor di Imigrasi. Keduanya dijadwalkan menjalani umroh 22 November 2017 mendatang atau tinggal dua pekan lagi.

None menambahkan, ia sengaja mendahulukan mekanisme reward (penghargaan) dibanding punishment (hukuman). Alasannya, antusiasme komunal kadang-kadang akan lebih cepat bertumbuh jika sudah mengetahui penghargaan yang akan mereka terima.

Bagaimana dengan sanksi terhadap mereka yang tidak patuh terhadap mekanisme absensi online? None membeberkan, jika pembenahan terhadap seluruh perangkat hardware maupun software yang kerap membuat e-Panrita ngadat sudah selesai dilakukan, maka sanksi akan segera diberlakukan secara efektif.

“Sekarang guru-guru kan sudah menerima pakasi sebagaimana PNS Pemprov lainnya. Nah, kalau mereka telat absensi e-Panrita, pakasi mereka yang akan dipotong. Sama dengan PNS Pemprov yang non-guru pakasi dipotong kalau telat finger print,” jelas mantan Kadis Perindag dan Kepala Badan Diklat Provinsi Sulsel itu. (*)


div>