SABTU , 20 OKTOBER 2018

Rakyat Bersatu Makin Nampak ke PAMMASE, “Gangguan” Mulai Dialamatkan

Reporter:

Editor:

asharabdullah

Sabtu , 10 Maret 2018 09:15
Rakyat Bersatu Makin Nampak ke PAMMASE, “Gangguan” Mulai Dialamatkan

Pasangan PAMMASE saat menggelar kampanye.

WAJO, RAKYATSULSEL.COM – “Semakin tinggi pohon, maka semakin kencang angin menerpanya.” Pesan bijak ini, sangat pas dialamatkan ke Pasangan Amran Mahmud-Amran SE (PAMMASE) jelang pencoblosan Pilkada Wajo 27 Juni 2018 mendatang.

Seiring dukungan rakyat terus mengalir ke pasangan nomor urut 1 ini, gangguan juga mulai kelihatan. Itu tercermin dari rentetan kejadian di kabupaten berjuluk Bumi Lamaddukelleng itu.

Setelah dugaan intimidasi oknum ASN dan perangkat pemerintahan ke warga yang mendukung PAMMASE, kini giliran kandidat yang dikenal merakyat ini dilaporkan oleh sejumlah kepala desa di Wajo dengan dalih dugaan pencemaran nama baik.

Uniknya berbagai dugaan pelanggaran yang terjadi selama ini yang sangat merugikan PAMMASE, justru terkesan ada pembiaran. Lalu, apakah ada kepanikan pihak tertentu, sehingga PAMMASE jadi sasaran?

Juru Bicara PAMMASE, Luqman, memilih untuk tidak larut menanggapinya. Sebab fokus kandidat dan timnya saat ini, yakni terus mendekati rakyat melalui silaturahmi dan pendekatan program yang ditawarkan.

“Fokus kami terus menyosialisasikan apa yang menjadi gagasan dan ide PAMMASE dalam menghadirkan perubahan di tanah Wajo,” kata Luqman saat dikonfirmasi, Sabtu (10/3/2018).

Soal laporan yang dialamatkan ke kandidatnya, Luqman menyerahkan sepenuhnya ke pihak berwenang tanpa berusaha untuk mengintervensi atau mengintimidasi.

“Itulah sebabnya juga kenapa setiap ada temuan dugaan pelanggaran kita laporkan ke Panwas, karena kami menghargai mekanisme yang ada. Tentu saja harapan kami, tidak ada perlakuan diskriminatif,” tambah Luqman. (*)


div>