JUMAT , 15 DESEMBER 2017

Rakyat Bersatu Sokong IYL-Cakka

Reporter:

Iskanto

Editor:

asharabdullah

Sabtu , 25 November 2017 11:42
Rakyat Bersatu Sokong IYL-Cakka

Dok. RakyatSulsel

– Hari Ini Serahklan Dokumen ke KPU Sulsel
– Cetak Sejarah di Pilgub Serentak 2018

MAKASSAR, RAKYATSULSEL.COM – Pilihan strategis diputuskan pasangan Ichsan Yasin Limpo-Andi Mudzakkar (IYL-Cakka). Bakal calon Gubernur dan Wagub Sulsel ini memastikan melaju melalui jalur independen dengan menyatukan dukungan rakyat dan partai politik.

Ketua Tim Rumah Kita, Bahar Ngitung, mengungkapkan bahwa pilihan jalur independen diputuskan bersama dalam rapat internal tim IYL-Cakka, Jumat (24/11). Keputusan tersebut dinilai sebagai yang terbaik setelah melakukan kajian dan berbagai pertimbangan strategis.

Tim IYL-Cakka merencanakan memasukkan berkas dukungan perseorangan ke KPU Sulsel, Sabtu (25/11) hari ini. “Penyerahan berkas dukungan dijadwalkan dilakukan Sabtu (hari ini) di Grand Asia Hotel atau di markas KPU Sulsel,” ujar Bahar Ngitung, senator Sulsel yang kini memimpin tim Rumah Kita IYL-Cakka.

Penyerahan dokumen berkas dukungan merupakan proses awal yang mesti dilalui kandidat bakal cagub-wagub yang berkeinginan mendaftar melalui jalur perseorangan/independen. Bahar Ngitung menegaskan, tahapan pendaftaran secara resmi nanti dilakukan setelah verifikasi dokumen dinyatakan lolos.

KPU menjadwalkan tahapan penyerahan syarat dukungan perseorangan untuk Pilgub berlangsung selama enam hari, 22-26 November 2017. Sementara penelitian jumlah minimal dan sebaran dukungan, dijadwalkan tuntas pada 28 November.

Penelitian administrasi dan analisis validasi dukungan mesti dilakukan KPU sebelum tahapan penyampaian syarat dukungan. Untuk tahapan ini dijadwalkan berlangsung pada 22 November hingga 5 Desember 2017.

Tim IYL-Cakka menyatakan siap melalui tahapan tersebut. Menurut Bahar Ngitung, penyerahan berkas dukungan perseorangan akan dikawal secara ketat mulai dari lokasi tempat pengumpulan KTP di 24 kabupaten/kota hingga ke lokasi penyerahan nantinya.

“Persiapan menyerahkan berkas sudah kita lakukan. Tim dan relawan khusus sudah stand by untuk mengawal dukungan rakyat ini,” papar senator RI ini.

Ichsan Yasin Limpo dan Andi Mudzakkar yang hadir memantau rapat koordinasi timnya, mengimbau agar dukungan rakyat dikawal dan terjaga baik. “Tim sudah mempertimbangkan secara matang sehingga bulat memutuskan pasangan IYL Cakka mendaftar melalui independen,” tegas Obama –sapaan Bahar Ngitung.

Dukungan rakyat melalui kopian Kartu Tanda Penduduk (KTP) untuk pasangan IYL-Cakka menembus 1,5 juta atau sekira 22 persen. Jumlah tersebut melampaui ambang batas minimal dukungan yang dipersyaratkan sebanyak 474 ribu atau sekira 7,5 persen dari DPT Pilpres sebanyak 6,8 juta.

Di luar itu, IYL-Cakka saat ini menuai dukungan parpol yang memiliki perolehan suara signifikan di DPRD Provinsi Sulsel. Yakni Demokrat dan PPP dengan raihan 18 kursi atau sekira 21,2 persen, serta dukungan dari Partai Berkarya dan Perindo.

“Dualisme kepengurusan DPP PPP juga menjadi bagian pertimbangan tim IYK-Cakka sebelum memutuskan mendaftar melalui jalur independen,” kata Bahar Ngitung.

Elit PPP dan Demokrat yang dihubungi terpisah, memastikan kesiapannya untuk selalu bersama mensukseskan pilihan jalur independen untuk pasangan IYL-Cakka.
“Maju lewat parpol atau independen, PPP tetap setia bersama pasangan IYL-Cakka. Kami dari dulu sudah memberikan rekomendasi,” kata Muh Aras, Ketua DPW PPP Partai Persatuan Pembangunan.

Hal sama ditegaskan Ketua DPW Partai Demokrat Sulsel, Ni’matullah. Keputusan DPP Demokrat untuk memenangkan IYL-Cakka ditegaskan sebagai keharusan bagi kader parpol berlambang mercy ini di semua struktur di Sulsel. “Ketua Majelis Tinggi, Susilo Bambang Yudhoyono tegas menginstruksikan untuk menangkan IYL-Cakka,” kunci Ni’matullah.

Majunya duet IYL-Cakka melalui jalur independen mencatatkan sejarah di Indonesia untuk Pilgub Serentak 2018 mendatang.

Pasalnya, IYL-Cakka akan mencatatkan diri sebagai pasangan pertama yang memasukkan berkas dukungan perseorangan di Komisi Pemilihan Umum (KPU) untuk Pilgub 2018 mendatang.

Dari 17 provinsi yang menggelar pilgub tahun depan, baru IYL-Cakka yang memastikan maju lewat jalur perseorangan. Bahkan, duet ini mendapat dukungan sekira 1,5 juta Kartu Tanda Penduduk (KTP).

Selain pasangan pertama di Indonesia untuk Pilgub 2018 yang maju lewat independen, IYL-Cakka juga pasangan pertama di pilkada serentak 2018 di Sulsel yang memasukkan berkasnya di KPU.

Sejarah lain yang ditorehkan IYL-Cakka, yakni pasangan pertama di Sulsel yang berani maju lewat perseorangan. Sebab dari dua pemilihan langsung yang sudah digelar di Sulsel, baru kali ini ada calon kontestan memilih lewat independen.

Juru Bicara IYL-Cakka, Henny Handayani mengatakan, sikap Mr Komitmen menempuh perseorangan sudah dipertimbangkan secara matang. Jauh sebelum ada upaya menghambatnya maju lewat parpol, IYL sudah melakukan antisipasi.

“Punggawa sejak dulu sudah melakukan berbagai antisipasi. Ada plan yang sudah disiapkan, termasuk jika pada akhirnya jalur parpol masih rawan diganggu,” tandas Henny saat dikonfirmasi.

Terpisah, Pakar Politik Universitas Bosowa (Unibos) Makassar, Arief Wicaksono menuturkan, keputusan pasangan IYL-Cakka maju lewat jalur perseorangan pada kontestasi Pilgub Sulsel 2018, merupakan pilihan politik IYL-Cakka.

Terkait dengan dukungan Partai Demokrat dan PPP yang telah menerbitkan surat rekomendasi usungan kepada IYL-Cakka, namun pemilik tagline Punggawa Macakka ini tetap maju lewat jalur perseorangan, diakuinya sudah dikomunikasikan dengan Demokrat dengan PPP.

“PPP dan Demokrat sudah memberikan rekomendasi, lalu IYL-Cakka mendaftar menggunakan jalur perseorangan, itu saya kira sudah diketahui oleh partai pendukungnya,” terangnya.

IYL memang dikenal sebagai peracik strategi politik, sehingga apapun keputusannya sudah melewati pertimbangan dan hitungan politik yang matang. Arief Wicaksono menilai, adapun IYL-Cakka saat ini sedang memainkan strategi mengelabui lawannya.
Pasalnya jikapun IYL-Cakka menggunakan jalur parpol, dia meyakini berpotensi diganggu oleh kandidat lewat kisruh dualisme PPP yang dianggap belum berakhir.

“IYL-Cakka sedang menggunakan strategi supaya kandidat lain bingung, kalau itu strateginya sangat dangkal sekali. Tapi saya kira ada strategi yang jauh dari itu yang sedang dimainkan,” bebernya.

“Saya kira pak IYL-Cakka lebih siap maju menggunakan jalur independen karena itu sudah dia persiapkan sejak dulu, kalaupun ada masalah lewat perseorangan IYL-Cakka pasti sudah mempersiapkan solusinya,” jelas Arief. (*)


div>