JUMAT , 20 JULI 2018

Ramai-ramai Tinggalkan Golkar

Reporter:

Suryadi Maswatu

Editor:

asharabdullah

Selasa , 10 Juli 2018 13:45
Ramai-ramai Tinggalkan Golkar

Partai Golkar

*Yaqkin: Golkar Tak Butuh Saya

MAKASSAR, RAKYATSULSEL.COM – Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Golkar Sulsel dilanda masalah. Sejumlah kader partai berlambang pohon beringin itu memilih hengkang dan bergabung dengan partai lain.

Berdasarkan data yang dihimpun, kader Golkar yang hengkang pasca Pilgub yakni, Ketua Fraksi Golkar DPRD Sulsel, Yaqkin Padjalangi yang memutuskan bergabung ke PDIP. Kemudian pengurus DPD II Golkar Luwu Utara yang juga mantan Bupati Luwu Utara, Arifin Djunaid.

Selain itu, tiga pentolan Partai Golkar lainnya yang memilih mundur seperti Ketua Komisi 2 DPRD Pangkep, Muhammad Yusran Lalogau, anggota Komisi 3 DPRD Pangkep Haris Gani dan Ketua MPG Partai Golkar, Syamsul Hamid Batara.

Saat dikonfirmasi perihal hijrahnya sejumlah kader, Wakil Ketua Bidang Organisasi dan Daerah (OKK) DPD I Partai Golkar Sulsel, Risman Pasigai mengaku belum mengetahui pasti alasan kepindahan mereka.

Yang jelas, kata Risman, sebagian kader menyatakan pindah partai lantaran ingin mencalonkan diri sebagai caleg DPR RI karena kuota di Golkar terbatas. Sehingga kader memilih bergabung di partai lain.

“Mereka pindah partai karena ingin maju di DPR RI. Sementara kuota caleg Partai Golkar untuk DPR RI sangat terbatas,” kata Risman, Senin (9/7/2018) kemarin.

Eks Jubir Nurdin Halid-Aziz Qahhar Mudzakkar (NH-Aziz) di Pilgub Sulsel ini sangat menyayangkan adanya kader yang pindah partai. Utamanya politisi senior yang selama ini turut andil dalam membesarkan partai yang diketuai Airlangga itu.

“Yang jelas, kami sangat menyayangkan atas pindahnya beliau-beliau itu ke partai lain. Sementara Partai Golkar sudah cukup memberi mereka ruang dalam berpolitik,” tutur Risman.

Kendati demikian, pihaknya tak bisa memaksa politisi senior Golkar atau lainnya untuk tetap bertahan di Golkar.

“Kita juga tidak memaksakan senior-senior Golkar tersebut untuk tetap di Golkar, karena orientasi kepentingan sudah beda antara pribadi beliau-beliau dengan Partai Golkar,” pungkas Risman.

Yaqkin Padjalangi yang dikonfirmasi memastikan kepindahannya ke PDIP. Keputusan itu diambil setelah helatan Pilgub Sulsel lalu. Yaqkin secara terbuka membeberkan tengah melakukan proses kepindahannya di partai besutan Megawati Soekarno Putri, karena berbagai pertimbangan.

“Ia, sudah pasti itu (pindah ke PDIP). Golkar kan tak butuh saya,” kata Yaqkin.

Ia mengaku akan mencalonkan diri sebagai bakal caleg DPR RI dari PDIP untuk Dapil 2 Sulsel 2019 mendatang.

“Semuanya sudah saya urus, proses caleg di PDIP, termasuk pengunduran diri saya dari Golkar,” tambahnya.

Arifin Djunaidi mengaku keputusan itu diambil bukan karena membenci partai berlambang pohon beringin itu. Melainkan memberi ruang kepada kader-kader baru lebih aktif lagi di Golkar.

“Dan saya kira itu tidak masalah untuk Partai Golkar misalnya melakukan peremajaan. Negara kita banyak partai politik, siapa tahu masih ada yang butuh saya,” katanya.

Menurut dia, surat pengunduran dirinya sudah ia buat, tinggal menunggu untuk memasukkannya ke DPD I Golkar Sulsel. Diketahui, Arjuna sebelumnya menjabat Wakil Ketua Bappilu Golkar Sulsel untuk Luwu Raya. “Saya sudah buat tapi belum masukkan,” tambahnya.

Pakar Politik Unhas Makassar, Aswar Hasan menilai, hengkangnya para kader partai beringin karena tak merasa nyaman lagi.

Menurutnya, meski sebagian beralasan pindah partai karena tak mendapat ruang untuk menjadi caleg, namun faktor utama yakni ketidak sesuaian di internal partai.

“Jika pilihan untuk hijrah partai karena tak diberi ruang pada caleg bisa saja. Tapi kebanyakan orang pindah partai karena cek-cok, tak nyaman dengan internal partai,” ujarnya.

Alasan lain kata dia sehingga kader pindah partai yakni tak sependapat dengan kebijakan pemimpin. Karena setiap masa pimpinan punya cara tersendiri untuk merangkul kader.

“Di Golkar sendiri, sebelum Pilkada dan Pilgub ada kader pindah. Ada juga dipecat, ini semua kebijakan partai yang selalu tidak sesuai keinginan kader,” pungkasnya. (*)


div>