RABU , 19 DESEMBER 2018

Rampingkan Struktur Pengurusan

Reporter:

rakyat-admin

Editor:

Kamis , 21 April 2016 10:01
Rampingkan Struktur Pengurusan

int

MAKASSAR,RakyatSulsel.com – Ketua DPP PKPI Sulsel, Suzanna Kaharuddin nampaknya tak mau ambil pusing dengan adanya desakan dari DPK untuk menganulir hasil Konferprov IV.

Suzanna mengaku, untuk memimpin PKPI Sulsel di periode selanjutnya, dirinya telah menyusun kepengurusan dengan struktur yang lebih kecil. Bila pada awalnya jumlah pengurus PKPI Sulsel sebanyak 50 orang, kali ini pengurus hanya terdiri dari 21 orang.

Suzanna mengaku, pada periode sebelumnya dengan struktur yang lebih besar, PKPI berjalan tidak begitu maksimal karena banyak pengurus yang tidak serius menjalankan perintah partai.

“Percuma besar strukturnya kalau orang-orang di dalamnya tidak serius menjalankan tugas dan amanah partai kepadanya. Dalam struktur tersebut juga tertambah dewan pakar jadi dua yang mendampingi saya dewan pakar dan penasehat,” ujarnya, pada konferensi pers di Kantor PKPI belum lama ini.

Menurutnya, setelah ditandatanginya SK oleh Ketua DPN PKPI, Isran Noor bahwa dirinyalah yang sah untuk memimpin DPP PKPI Sulsel lagi, saat ini juga telah dipersiapkan pelantikan pengurusnya. Setelah itu akan melakukan konsolidasi di 24 kabupaten se- Sulsel.

“Saat ini kita telah membahas pelantikan, tapi kita belum bisa memberitahukannya karena belum menetapkan waktunya, setelah pelantikan saya mengadakan konsolidasi,” ujarnya.

[NEXT-RASUL]

Suzanna menambahkan, dirinya kedepan akan fokus untuk membenahi struktur organisasi sekaligus memenangkan pilkada yang akan digelar 2017 mendatang di Kabupaten Takalar.

Pasca pelantikan nanti, PKPI akan memfokuskan memenuhi target politik lokal termasuk dalam meningkatkan kinerja politik dalam pelaksanaan pemilu 2019.

Suzanna mengatakan pihaknya  akan langsung menggelar konsolidasi untuk menguatkan struktur partai di 24 kabupaten/kota hingga tingkat desa kelurahan. Kelengkapan struktur tersebut menjadi salah satu kebijakan politik prioritas partainya, untuk bisa lolos dalam tahapan verifikasi administrasi dan faktual partai peserta pemilu 2019 mendatang.

Suzanna menargetkan sebelum 2019 nanti, struktur partai di 24 Kabupaten kota dapat terbentuk seluruhnya. Sejauh ini struktur partai PKPI pada pemilu 2014 lalu, sejumlah kabupaten dinyatakan tidak lolos verifikasi oleh KPU, yakni Luwu, Wajo, Selayar, Enrekang, Bone dan Barru.

“Target terbentuknya seluruh struktur di kabupaten mesti dilakukan sebelum 2019, sehingga pada pemilu nanti minimal masing-masing kabupaten kita dapat kursi,” terangnya.

Sejauh ini PKPI hanya mampu menempatkan sebanyak 17 kadernya di DPRD pada pileg lalu, yakni Tana Toraja, Takalar, Jeneponto, Bantaeng, Toraja Utara, Luwu, Makassar, dan Sidrap.

[NEXT-RASUL]

Sementara itu, Ketua Bidang OKK DPP PKPI Sulsel, M Arkam menyatakan bahwa SK yang bernomor 16/SKEP/DPN PKP Indonesia/ III /2016 sudah diberikan pada 12 April ke DPP. Olehnya itu secara resmi PKPI dipimpin oleh Suzanna dengan struktur yang lebih kecil.

“Pengurusnya dari 50 ke 21 orang dengan tetap menjalankan amanah UUD tentang Parpol yakni 30 persen dihuni oleh perempuan,” kata Arkam. (ash-sop/D)


Tag
  • pkpi
  •  
    div>