SELASA , 12 DESEMBER 2017

Rangkaian HUT Makassar, Dinsos Gelar Nikah Massal

Reporter:

Suryadi Maswatu

Editor:

Muh Sophian AS

Selasa , 07 November 2017 22:55
Rangkaian HUT Makassar, Dinsos Gelar Nikah Massal

Rangkaian Hari ulang tahun (HUT) Makassar yang ke 410, Pemerintah kota Makassar, melalui Dinas Sosial (Dinsos), menggelar kegiatan pelayanan terpadu isbhat nikah massal, di Gedung Yayasan Pembinaan Tunanetra Indonesia (YAPTI), Jalan Kapten Piere Tendean Kecamatan Tallo, Makassar, Selasa (7/11)

MAKASSAR,RAKYATSULSEL.COM – Rangkaian Hari ulang tahun (HUT) Makassar yang ke 410, Pemerintah kota Makassar, melalui Dinas Sosial (Dinsos), menggelar kegiatan pelayanan terpadu isbhat nikah massal, di Gedung Yayasan Pembinaan Tunanetra Indonesia (YAPTI), Jalan Kapten Piere Tendean Kecamatan Tallo, Makassar, Selasa (7/11).

Kepala Dinas Sosial kota Makassar, Mukhtar Tahir menjelaskan, dalam rangkaian HUT Ke 410 kota Makassar, sebanyak 410 pasangan yang tengah melangsungkan sidang isbat bagi pasangan suami istri (pasutri) yang belum memiliki buku nikah. “Jadi total peserta nikah massal ini sebanyak 410 pasangan, sesuai hari jadi kota Makassar. Untuk pasangan nikah massal yang islam sebanyak 200 pasang, dan 210 pasangan yang merupakan non muslim,” ujarnya.

Mantan kabag humas Pemkot Makassar ini menjelaskan, khusus Dinas Sosial menggunakan waktu selama dua hari untuk menyelesaikan pernikahan massal tersebut. “Untuk hari ini, ada 100 pasangan muslim yang akan menjalani sidang isbhat. Kemudian untuk 100 pasangan berikutnya akan dinikahkan besok,” tuturnya.

Demi mendapatkan legalitas serta keabsahan dari semua pihak, dalam kegiatan akan ini, Dinas Sosial melibatkan dinas catatan sipil, hakim serta panitera dari pengadilan agama kota Makassar.

Selain sidang isbhat, kegiatan tersebut juga dirangkaikan dengan penyerahan buku nikah dan akta kelahiran bagi Penyandang Masalah Kesejahteraan Sosial (PMKS). “Intinya, kegiatan ini merupakan langkah pemerintah dalam memberikan hak-hak anak, seperti kepemilikan akta kelahiran dan pendidikan, yang selama ini tidak terpenuhi akibat orang tuanya tidak memiliki buku nikah,” jelasnya. (*)


div>