JUMAT , 20 JULI 2018

Ranperda PPLH Fokus Bahas Limbah Beracun B3

Reporter:

Editor:

hur

Selasa , 09 Februari 2016 16:23

MAKASSAR, RAKYATSULSEL.COM – Panitia khusus (pansus) Rancangan Peraturan Daerah (Ranperda) Pengendalian Pengelolaan Lingkungan Hidup (PPLH) telah mencapai tahap pembahasan pasal. Pada rapat lanjutan di kantor DPRD Makassar, Selasa (9/2).

Pansus yang diisi oleh seluruh anggota komisi C bidang pembangunan DPRD Makassar ini memfokuskan pembahasan terkait pencemaran lingkungan yang diakibatkan oleh limbah B3.

Limbah B3 sendiri merupakan limbah beracun yang masih banyak ditemui tengah-tengah masyarakat. Misalnya, sisa penggunaan alat kesehatan yang mengandung bahan kimia dari rumah sakit, juga hasil pembuangan atau limbah dari badan usaha termasuk perhotelan.

Hal tersebut diungkapkan oleh Wakil Ketua pansus Ranperda PPLH Fasruddin Rusli. “Limbah B3 ini masih marak kita temui di masyarakat, utamanya di Rumah Sakit,” ungkapnya.

Fasruddin menyebutkan bahwa masih banyak Rumah Sakit di Makassar yang mengabaikan pembuangan limbah B3 nya. Padahal, kata dia, hal itu sangat berbahaya bagi masyarakat.

Olehnya itu pada pembahasan ranperda inisiatif komisi C ini, bersama Badan Lingkungan Hidup Daerah (BLHD) Makassar akan diputuskan pula sanksi-sanki yang akan dijatuhkan pada instansi terkait yang masih mengabaikan pengelolaan limbah B3 nya.

“Selanjutnya kita akan minta kepala SKPD terkait untuk menurunkan timnya melakukan pengawasan utamanya di Rumah Sakit.

Sementara itu, Ketua Pansus, Syarifuddin Badolahi menuturkan, pada pembahasan Ranperda PPLH ini, sebanyak 155 pasal yang akan diselesaikan. Rencananya, kata dia, pembahasan akan diselesaikan selama 1 atau 2 hari kedepan. Tapi itu tergantung dari pembahasannya kalau ada yang paling urgent pasti di bahas lama

“Di pembahasan selanjutnya, kami juga akan memanggil tim pembuat naskah untuk membahas rekomendasi apa saja yang perlu,” tutup Syarifuddin.


div>