SENIN , 18 DESEMBER 2017

Rapat Paripurna DPRD Wajo Berakhir Ricuh

Reporter:

Abdul Muis

Editor:

asharabdullah

Jumat , 08 Desember 2017 15:02
Rapat Paripurna DPRD Wajo Berakhir Ricuh

Suasana DPRD Wajo saat Kepala Bapeda A.Muslihin mendatangi Anggota DPRD Wajo H.Irfan. Foto: Abdul Muis/RakyatSulsel

WAJO, RAKYATSULSEL.COM – Rapat Paripurna DPRD Kabupaten Wajo ricuh saat fraksi Partai Demokrat membacakan pandangan umum anggota dewan terhadap Rancangan Peraturan Daerah (Ranperda) tentang Rencana Pembangunan Industri Kabupaten Wajo Tahun 2017-2037 di Gedung DPRD Wajo, Jumat (8/12).

Kericuhan tersebut dikarenakan Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Wajo Andi Muslihin merasa tidak terima sorotan pedas yang dibacakan oleh juru bicara fraksi Partai Demokrat, H Irfan Saputra. Sorotan itu, atas ketidakhadiran leading sector Bappeda selaku pengusul Ranperda dalam rapat paripurna sebelumnya.

Sedianya, Ranperda Pembangunan Industri Kabupaten Wajo Tahun 2017-2037 ini, diserahkan dalam rapat paripurna yang berlangsung pada Rabu 29 November 2017, lalu. Akhirnya, ditunda karena Bappeda selaku pengusul hanya mengutus stafnya yang dinilai tidak bisa mengambil keputusan.

Sementara itu, fraksi Partai Demokrat, H Irfan Saputra saat membacakan pandangan umumnya mengatakan, pada tanggal 29 November 2017 lalu pembatalan rapat paripurna pada waktu itu merupakan bentuk kekecewaan dari fraksi-fraksi DPRD Kabupaten Wajo atas sikap tidak tertib terhadap Kepala Bappeda yang telah menginisiasi pengajaun paperda ini, malah tidak hadir dalam rapat paripurna tersebut.

“Untuk itu fraksi Partai Demokrat meminta kepada Bapak Bupati mendisiplikan dan menertibkan dalam bentuk pembinaan tidak saja untuk Kepala Bappeda, tetapi secara keseluruhan kepada seluruh jajaran Pemerintah Daerah Kabupaten Wajo dalam menjalankan tugas pokok dan fungsinya,” jelasnya.


div>