SELASA , 16 OKTOBER 2018

Rastra Berpolemik, Puluhan Warga Turun Aksi Damai

Reporter:

Editor:

Niar

Selasa , 25 April 2017 11:40
Rastra Berpolemik, Puluhan Warga Turun Aksi Damai

Puluhan warga padati halaman kantor Walikota Parepare, Selasa, (25/4)

PAREPARE, RAKYATSULSEL.COM–Pembagian beras sejahtera (rastra) yang dijatahkan kepada 4.469 KK warga kurang mampu di Kota Parepare kini menjadi polemik. Ini pula menjadi alasan bagi puluhan warga Parepare mendatangi halaman kantor Walikota Parepare, Selasa, (25/4).

Dalam aksi damai tersebut, Ketua RW I Tonrangeng, Kelurahan Lumpue, Kecamatan Bacukiki Barat, Kota Parepare, Sappe, mengatakan, aksi damai dilakukan karena tidam meratanya pembagian rastra kepada warga yang layak menerima.

“Kami turun aksi damai karena adanya pengurangan kurang lebih 400 penerima rastra, adanya pergantian nama dilakukan setelah ada pengurangan,” seru Sappe, mewakili puluhan pengunjuk rasa yang memadati halaman kantor Walikota.

Menurutnya, sebelum ada pembagian rasta, ada janji bahwa rumah penerima rastra akan diberi tanda berupa piloks untuk mengklasifikasikan antara penerima dan non penerima.

“Dijanji akan dipiloks, bahwa inilah warga penerima rastra,” ujarnya.

Warga Kelurahan Mallusetasi, Kecamatan Ujung, Samsumar juga meminta agar data yang divalidasi dari pusat tidak menjadi acuan bagi pemerintah dalam pembagian rastra tersebut.

“Jangan pada saat terima data dari pusat terus pemerintah langsung main coret. Harusnya kelurahan dan RT/RW ikut berperan dalam mendata karena mereka lebih tahu tentang warganya, mana yang layak dan tidak,” terang Syamsumar.

Puluhan warga diterima langsung Asisten II Pemkot Parepare Ramadhan Umasangaji, dan Kepala Bappeda Parepare Iwan Asaad.(***)


Tag
div>