SELASA , 25 SEPTEMBER 2018

Ratusan Asset Pemkot Makassar Tidak Bersertifikat

Reporter:

Editor:

rakyat-admin

Rabu , 19 September 2012 09:20

RAKYAT SULSEL . MAKASSAR-Seratusan lebih aset Pemerintah Kota (Pemkot) Makassar hingga saat ini belum dilengkapi sertifikat Badan Pertanahan Nasional (BPN).

Ratusan asset itu sudah termasuk dengan Sekretariat Daerah (Setda) Kota Makassar yang sekarang kantor Balaikota Makassar dan Rumah Jabatan Walikota Makassar di Jalan Penghibur Makassar. Padahal, pengesahan itu dianggap penting demi mengamankan aset tersebut ke depannya.

Walikota Makassar Ilham Arief Sirajuddin mengakui masih banyaknya asset Pemkot yang tidak memiliki sertifikat. “Yah memang masih banyak (Ratusan) asset Pemkot tidak memiliki sertifikat. Termasuk Rujab dan Balaikota ini,” terang Ilham di ruang kerjanya Kantor Balai Kota Makassar, Selasa (18/9) kemarin.

Menurut Ilham, bangunan tersebut merupakan peninggalan pemerintahan lalu yang belum mengurus sertifikatnya. “lima tahun terakhir ini kita coba melakukan penguatan asset dengan memproses sertifikat melalui BPMN agar kita memiliki kepastian hukum. Ini dimaksudkan agar tidak ada lagi pelepasan asset yang di gugat masyarakat seperti kantor Lurah Kunjung Mae yang di bongkar Masyarakat karena kalah di persidangan,” ujar Ilham.

Saya, lanjut Wali Kota Makassar dua periode ini, tidak ingin lagi melihat ada kasus seperti kelurahan Kunjung Mae, atau asset negara kedepannya yang di klaim orang lain.

Seperti data yang didapat Harian Rakyat Sulsel mulai Setda Makassar, Kantor Darma Wanita, Rujab Wali Kota Makassar, Terminal Daya, TPA Sampah Antang, Pasar Daya, Pasar Pannampu, Lapangan Karebosi, Taman Pualam, Dinas Kelautan, beberapa asset di bawah naungan Dinas Pendidikan (Sejumlah SD,red), Kantor Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans), Dinas Kesehatan dan sejumlah puskesmas maupun kelurahan di Makassar belum bersertifikat. (RS9/RS1/D)


Tag
div>