KAMIS , 22 NOVEMBER 2018

Ratusan Hektar Kawasan Hutan Torut Terbakar

Reporter:

Editor:

hur

Senin , 28 September 2015 17:15

TORAJA UTARA, RAKYATSULSEL.COM – Kemarau panjang telah menyebabkan lahan hutan mudah terbakar, baik yang tidak disengaja seperti kecerobohan masyarakat, atau yang disengaja. Hal itu menyebabkan ratusan hektar kawasan hutan habis terbakar yang tersebar di beberapa kecamatan yang ada di Toraja Utara.

Hal itu diungkapkan Kepala Dinas Kehutanan dan Perkebunan Kabupaten Toraja Utara, Yusuf Gelong RL di ruang kerjanya, Senin (28/9).

Dikatakan, kebakaran di atas lahan seluas ratusan hektar kawasan hutan tersebut, ditenggarai karena kelalaian masyarakat. Sebagai contoh, minggu lalu, di Kaleakan lembang (desa) Tandung kecamatan Nanggala yang sebagian besar wilayahnya adalah daerah hutan, belasan hektar hutan terbakar. Berdasarkan laporan masyarakat setempat, kebakaran itu ditenggarai karena kesengajaan oleh warga. Namun ketika petugas kehutanan akan mengkonfirmasi ke warga tersebut, yang bersangkutan telah menghilang.

Kebakaran hutan akibat kemarau, terjadi di beberapa titik, yakni di Rangki yang merupakan perbatasan kecamatan Nanggala, Tondon, dan Sanggalangi. Selain itu juga di kecamatan Nanggala yakni Karre dan Kaleakan, serta kecamatan Buntupepasan. Saat ini juga sedang terjadi kebakaran di perbatasan kecamatan Rinding Allo dan Barrupu, di mana staf dinas kehutanan dan polisi hutan sedang berupaya melakukan
pemadaman.

Menurut Yusuf, upaya pemadaman yang dilakukan staf dinas dan Polhut, banyak menghadapi kendala, antara lain sulitnya akses ke lokasi dan susah mendapatkan sumber air. Karena itu, petugas yang ada hanya bisa melakukan pemadaman secara manual dengan menggunakan tangki semprot dari arah atas bukit.

Medan menuju area kebakaran juga sangat sulit dan jauh dari akses jalan, sehingga tidak dapat dijangkau dengan kendaraan. Ditambah lagi keterbatasan personal yang ada.

“Di beberapa titik seperti di Kaleakan, karena berada di poros jalan sehingga kendaraan pemadam dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Torut dapat berkerja sama dengan satuan Manggala yakni dari Masamba Lutra. Meski tidak semua wilayah bisa dijangkau kendaraan, namun berkat kerja keras dari tim yang ada, sehingga semua dapat api dapat segera dipadamkan,” ujar Yusuf.

Untuk mencegah kebakaran hutan berlanjut, Yusuf Gelong menghimbau kepada masyarakat agar menghindari penggunaan api dalam kawasan hutan dan tidak sembarangan buang puntung rokok. Dia meminta pula kepada masyarakat agar jika terjadi kebakaran, masyarakat mau ikut berpartisipasi memadamkan api.

“Masyarakat perlu menyadari bahwa jika hutan terbakar, bukan hanya pemerintah yang rugi, tetapi masyarakat juga yang sangat rugi. Karena itu, partisipasi masyarakat dalam memadamkan api sangat diharapkan,” tegas Yusuf Gelong.


div>