RABU , 22 AGUSTUS 2018

Ratusan Kerbau Diadu Pada Ritual Adat Dewan

Reporter:

Editor:

hur

Kamis , 28 April 2016 17:44

TORAJA UTARA, RAKYATSULSEL.COM – Upacara ritual adat kematian Ma’lamba’ Tedong, untuk anggota DPRD Torut periode 2014-2019 yang meninggal beberapa waktu lalu, partai Nasdem, alm. Pakkan Sallao, yang digelar lapangan Pangli, Kelurahan Pangli, kecamatan Sesean, hari ini, kamis 28 April yang ditonton sampai ribuan masyarakat Toraja, dan sekitar 90 pasang kerbau dari Toraja yang akan diakan diadu.

Menurut penanggangjawab ritual adat rambu solo (ritual kematian), Yulius Patandianan, kepada rakyat sulsel, bahwa dalam ritual adat yang di gelar keluarga alm Pakkan Sallao, tersebut diadakan dalam bentuk adu kerbau dan hal ini sudah menjadi budaya Toraja, sebelum ritual pemakaman harus melalui beberapa tahapan, salah satu diantaranya adu kerbau.

Lebih lanjut dijelaskan yang terlibat dalam adu kerbau tersebut Komunitas Pencinta Tedong Silaga (KPTS) dari Toraja. Dan dengan keterlibatan KPTS sebagai wujud kepedulian dan turut berbela sungkawa, dan hal ini menjadi sebuah penghiburan bagi keluarga yang ditinggalkan.

Disebutkan bahwa sebagai ucapan terima kasih dari keluarga, panitia menyiapkan sejumlah hadiah hiburan dan hadiah utama adalah 1 unit motor, yang akan diberikan kepada pemenang adu kerbau tersebut. Ritual adu kerbau akan dilaksanakan selama 3 hari berturut-turut, yang mana setiap harinya 30 pasang kerbau yang diadu.

Ritual adu kerbau kemarin yang hari pertama penonton sangat membludak, hingga ribuan penonton, akibatnya di Poros Rantepao-Sa’dan macet total sepanjang hari.


div>