JUMAT , 21 SEPTEMBER 2018

Ratusan Warga Batu Pute Tolak Hasil Pilkades

Reporter:

Editor:

dedi

Selasa , 27 Desember 2016 19:19
Ratusan Warga Batu Pute Tolak Hasil Pilkades

Suasana aksi protes warga Desa Batu Pute, Kecamatan Soppeng Riaja, Kabupaten Barru, di Kantor Bupati Barru, Selasa (27/12/2016).

BARRU, RAKYATSULSEL.COM – Ratusan warga Desa Batu Pute, Kecamatan Soppeng Riaja, Kabupaten Barru, mendatangi Kantor Bupati Barru, Selasa (27/12/2016). Warga tersebut melakukan aksi protes terhadap hasil Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) untuk Desa Batu Pute.

Warga yang pendukung Rukman Gony tersebut, juga membawa sejumlah spanduk yang berisi bentuk protes mereka. Di antaranya, banyak warga luar ikut memilih, panita gagal dan masyarakat desa batu pute menolak kinerjanya, tuntaskan sebelum pelantikan dan panitia culas, panitia jujur dan buta.

Penanggungjawab Pemenangan calon Rukman Gony, Salebba, memaparkan, beberapa protes yang dilayangkan pihaknya yakni, banyaknya kartu yang batal karena tidak disosialisasikan terlebih dahulu. Selanjutnya, kata dia, surat suara sebanyak 2000 lembar, namun tidak terpakai sebanyak 197.

“Sisa surat suara yang terpakai 1.803 pada hitungan pertama, dan pada hitungan kedua, surat suara yang tercoblos bertambah menjadi 1.808 lembar. Sementara, surat panggilan yang tidak hadir 48 lembar, sedangkan hasil perhitungan sebanyak 1804 lembar, dan ada empat surat suara yang hilang,” bebernya.

Dia menambahkan, ada pemilih yang tidak termasuk warga Desa Batu Pute, dan bahkan, katanya, pemilihan berjalan sampai dini hari. “Itulah empat pokok materi protes kami kepada panitia dan Badan Pemilihan Desa (BPD) yang tidak memberikan tanggapan,” jelasnya.

Dia mengaku, panitia tidak menjalankan secara baik, konsisten dan tanggungjawabnya sebagaimana mestinya. Apalagi, lanjut dia, baru kali ini ada Pilkades dengan suara batal yang mencapai 644 suara.
[NEXT-RASUL]
“Jadi agak seimbang suara sah dan batal. Ini menandakan hak-hak masyarakat terzalimi, sehingga kami menolak hasilnya,” terangnya.

Dia mengklaim, saat sampai saat ini, pihaknya belum mendapat jawaban dari BPD. Sehingga, Salebba yang juga Koordinator Lapangan aksi tersebut, berjanji, akan mendatangkan massa dua kali lipatannya, dan tidak menjamin ketertiban aksi selanjutnya, jika aspirasi masyarakat tidak ditindaklanjuti.

Sementara, Kepala Bagian Pembangunan Desa Pemerintah Kabupaten Barru, Syamsuddin, mengatakan, dalam menangani masalah tersebut, pihaknya tidak bisa lepas dan keluar dari rambu-rambu yang ditetapkan.

“Kami akan mengupayakan masalah ini bisa selesai di tingkap Desa, dengan melibatkan pihak terkait di dalamnnya. Jika yang disampaikan di tingkat Desa tidak diterima, bisa disampaikan kembali ke Bupati,” janjinya.

Nantinya, kata dia, akan diproses panitia tingkat Kabupaten oleh Panitia Penyelesaian Perselisihan Sengketa Pilkades, dengan melibatkan Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkupimda) dan tim terkait.

“Insya Allah akan kami tetap tindaklanjuti dan mencari solusi terbaik, dan tetap mengacu pada peraturan yang ada. Namun, keputusan akhir berada pada Bupati, dan itu mengikat,” tutupnya. (Luki )


div>