SENIN , 20 NOVEMBER 2017

Realisasi Anggaran Pemkot Rendah

Reporter:

Editor:

doelbeckz

Kamis , 20 April 2017 11:04
Realisasi Anggaran Pemkot Rendah

Walikota Makassar, Mohammad Ramdhan Pomanto. foto: doc. rakyat sulsel.

MAKASSAR, RAKYATSULSEL.COM – Kepala Badan Perencanaan dan Pembangunan Daerah (Bappeda) Makassar, Iriani Ridwan, mengakui, realisasi anggaran dan kegiatan fisik pada Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Pemerintah Kota (Pemkot) Makassar belum mencapai target di triwulan pertama tahun 2017 ini. Hal tersebut disebabkan 26 OPD yang kinerja serapan anggarannya sangat minim.

“Berdasarkan hasil rapat monev kemarin, untuk triwulan pertama secara umum realisasi anggaran dan kegiatan fisik memang belum mencapai target. Terlihat dari sekira 26 OPD yang ternyata serapan anggarannya masih minim,” terang Iriani diberitakan Rakyat Sulsel, Kamis (20/4).

OPD tersebut terkendala pada proses lelang tender program, utamanya kegiatan pembangunan fisik. Seperti proyek pembangunan oleh Dinas Pekerjaan Umum (PU) Makassar.

Di triwulan pertama ini, lanjut Iriani, Pemkot hanya mampu merealisasikan anggaran hanya 7,87 persen dan realisasi fisik 12,734 persen atau sekira Rp187 miliar dari total anggaran Rp2,3 triliun. Sementara target pada triwulan pertama ini di atas 24 persen atau sekira Rp522 miliar.

“Paling tinggi serapan anggarannya itu adalah Kecamatan Sangkarang, sebab sebagai kecamatan baru tentu semua kegiatan digenjot. Sementara paling rendah serapannya itu ada pada Dinas Pendidikan, akibat hampir semua kegiatannya baru tahap lelang tender,” beber Iriani.

Meski tidak mencapai target, Iriani tetap optimistis jika serapan anggaran seluruh OPD akan lebih dimaksimalkan lagi pada triwulan selanjutnya.
“Semua harus menggenjot realisasi penggunaan anggarannya maupun kegiatan fisiknya,” tutupnya.

Sementara, Wali Kota Makassar Mohammad Ramdhan Pomanto yang dimintai tanggapan terkait masih rendahnya realisasi serapan anggaran dan kegiatan fisik di triwulan pertama, mengatakan jika angka tersebut masih wajar. Pasalnya, anggaran dan kegiatan fisik itu umumnya akibat penyiapan berkas dan dokumen lelangnya yang masih sementara proses.

[NEXT-RASUL]

“Angkanya masih wajar. Itu karena beberapa kegiatan masih dalam proses tender. ada juga yang lelang tendernya sudah dibuka tapi yang memasukkan belum ada, jadi kendalanya di situ,” ungkapnya.

Namun, Danny, sapaan wali kota, meminta kepada masing-masing OPD agar pada triwulan kedua ini bisa menggenjot pelaksanaan program dan kegiatan yang telah direncanakan. Termasuk proses lelang tender seluruh pekerjaan sudah bisa dilaksanakan.

“Semua yang kurang harus digenjot. Saya sudah tekankan bagi OPD yang kurang, segera digenjot termasuk PU, khususnya karena masalah keterlambatan tender,” tegas Danny.

Dikatakan, semakin cepat program dan kegiatan dilaksanakan oleh OPD, maka semakin cepat masyarakat bisa melihat dan merasakan hasil pembangunan. Danny juga berharap di triwulan kedua, pencapaian realisasi fisik anggaran sudah di atas target yang ditentukan.

“Kan semakin cepat terealisasi masyarakat juga akan semakin dapat merasakan hasil pembangunan. Tapi jangan juga karena mau kejar target realisasi, dikerja asal-asalan nanti ujung-ujungnya bermasalah,” kuncinya. (***)


div>