SELASA , 16 OKTOBER 2018

Realisasi IMB Capai Rp 7,4 Miliar

Reporter:

Armansyah

Editor:

asharabdullah

Sabtu , 03 Maret 2018 11:00
Realisasi IMB Capai Rp 7,4 Miliar

Kepala Dinas PM PTSP Kota Makassar, Andi Bukti Djufrie. foto: ist

* Dinas PM PTSP Pakai Sistem Jemput Bola

MAKASSAR, RAKYATSULSEL.COM – Dinas Penanaman Modal Pelayanan Terpadu Satu Pintu (PM PTSP) ditarget meraih pendapatan sektor perizinan Rp 75 miliar. Untuk itu, Dinas PM PTSP menggerakkan seluruh tim agar bekerja secara maksimal sejak memasuki tahun 2018.

Alhasil, selama dua bulan terhitung Januari dan Februari, khusus IMB, PTSP meraup pendapatan sekira Rp 7,4 miliar.

Kepala Dinas PM PTSP, Andi Bukti Jufri mengatakan, tahun 2018 ini pihaknya mendapatkan amanah wali kota Makassar untuk membukukan pendapatan sektor perizinan meningkat dari tahun sebelumnya yang hanya Rp 53 miliar.

“Alhamdulillah sampai Februari kita sudah dapat sekira Rp 7,4 miliar, itu hanya dari IMB, belum dari izin lain. Untuk izin Minol pendapatannya baru sekira 16 persen,” ujar Andi Bukti Jufri, Jumat (2/3) kemarin.

Ia mengatakan bahwa target hingga Rp 75 miliar itu bisa diraih dari lima bagian perizinan yang berada di bawah Dinas PM PTSP. Selain IMB dan Izin Minumuman Beralkohol (Minol), ada juga Izin Trayek, Izin Retribusi Iklan, dan Izin Memperkerjakan Tenaga Asing.

“Langkah-langkah kita untuk capai target ini, pertama semua camat kita fungsikan untuk mengetahui jumlah bangunan yang belum memiliki IMB dan itu akan kita sisir yang akan dibantu oleh pihak kecamatan,” ujar Andi Bukhti Jufri.

Selanjutnya, kata Mantan Kadisnaker tersebut adalah, pihaknya akan menurunkan tim teknis yang berada di PTSP dan nantinya bertugas disetiap wilayah yang juga akan berkoordinasi dengan pihak kecamatan.

“Untuk capai target yang dicanangkan itu, kita akan meningkatkan kualitas pelayanan yang berada di PTSP,” jelas Andi Bukhti.

Ia menjelaskan bahwa inovasi yang terkait peningkatan pelayanan tersebut adalah pengantaran secara langsung ke pihak pemohon sehingga tidak ada lagi yang mengantri hingga berjam-jam di Dinas PM PTSP.

“Jadi kalau misal IMB mereka selesai, kita antarkan langsung ke rumah mereka, kita juga buka weekend service di mal-mal bahkan di kantor dibuka pelayanan hingga Sabtu dan Minggu,” ucap Andi Bukhti.

Ia mengatakan bahwa tim yang telah dibentuk membuat target perbulan sehingga bisa diketahui berapa kekurangan dari target yang ditetapkan. “Jadi mereka punya tugas untuk bagaimana bekerja dengan camat dan SKPD lain untuk capai target dalam satu bulan,” Andi Bukhti.

“Kita evaluasi dalam persemester, jika tim yang sudah turun ke lapangan dan melapor ke bidangnya, saya panggil kabidnya untuk melaporkan dan melihat apa kendala dan mencari solusinya,” sambungnya.

Sementara itu, Kepala Bidang IMB Dinas PM-PTSP, Faisal Burhan mengaku berencana akan membuat tim percepatan panarikan retribusi untuk menggenjot Pendapatan Asli Daerah (PAD).

“Tim ini nanti yang tarik retribusi, kalau perlu kita pakai sistem jemput bola kalau ada yang belum bayar,” kata Faisal.

Meski begitu, pihaknya belum bisa memastikan kapan tim panarikan retribusi ini terwujud. Namun, ia optimistis tim ini mulai dibentuk tahun ini. Pasalnya, dia mengaku sudah melakukan koordinasi secara internal di Dinas PM-PTSP sebelum melapor ke wali kota Makassar.

Salah satu upaya yang dilakukan untuk mencapai target adalah dengan memperkuat pemantauan di lapangan terhadap pihak yang belum mengurus IMB. Untuk itu, kata dia pihaknya akan terus melakukan pengawasan kepada Dinas Tata Ruang dan Bangunan (DTRB) sebagai SKPD teknis.

“Kita juga intens melakukan koordinasi dengan DTRB sejauhmana pengawasan di lapangan terkait bangunan yang belum memiliki IMB,” ucap Faisal. (*)


div>