MINGGU , 23 SEPTEMBER 2018

Realisasi Pendapatan Damkar Belum Maksimal

Reporter:

Editor:

hur

Senin , 04 April 2016 16:00

MAKASSAR, RAKYATSULSEL.COM – Wakil Ketua Komisi B bidang Ekonomi dan Pendapatan Dewan Perwakilan Rakyat (DPRD) Kota Makassar, Hasanuddin Leo merekomendasikan kepada pihak pemadam kebakaran (Damkar) agar pendapatan bisa maksimal.

Hal itu diungkapkan oleh Legislator Fraksi PAN tersebut saat rapt Monitoring Eavaluasi (Monev) di ruang rapat Banggar, Senin (4/4).

Hasanuddin Leo menjelaskan, realisasi pendapatan Damkar, baru mencapai 13 persen dari target sebesar Rp 430 juta. Pendapatan tersebut ditarik dari penarikan retribusi alat pemadam kebakaran di sejumlah perusahaan, hotel dan restoran.

“Untuk itu, kita di Komisi B meminta agar Damkar bisa dengan maksimal untuk bisa memasangkan alat pengamanan kebakaran itu di objek-objek yang pendapatannya sangat bagus, seperti di hotel-hotel serta perusahaan yang baru di dirikan,” tuturnya.

Lanjut legislator dua priode itu, tidak adalagi alasan Damkar jika evaluasi mendatang masih tidak maksimal setidaknya sudah 50 persen.

“Karena alasan mereka yakni masih di masalah administrasi tapi itu tidak rasional karena bentuk administrasi itu sudah dalam bentuk format baku,” tegasnya.

Sementara itu, Kepala Damkar Makassar, Imran Samad menuturkan, alasan kurang terealisasinya pendapatan di laporan triwulan pertema ini karena masih terkendala administrasi.

“Kendalanya jika ada perusahaan atau biasa di sebut customer (pelanggan, red) yang ingin memasang itu masih terkendala masalah di administrasi,” katanya.

Rapat Monev triwulan pertama bersama Komisi B, Senin (4/4), telah hadir pula Dinas Koperasi, Dinas Kelautan dan Ketahanan Pangan.


div>