RABU , 14 NOVEMBER 2018

Realistis, PDIP Usung Cagub Eksternal

Reporter:

Editor:

rakyat-admin

Rabu , 16 Agustus 2017 11:57
Realistis, PDIP Usung Cagub Eksternal

int

MAKASSAR, RAKYATSULSEL.COM – Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Demokrasi Indonesia (PDI) Perjuangan Provinsi Sulsel, positif mengirim empat nama Bakal Calon Gubernur (Bacagub) Sulsel dari hasil penjaringan ke DPP.  Dari keempat Bacagub tersebut, tidak satupun kader dari partai besutan Megawai Soekarnoputri ini.

Sekretaris DPD PDIP Sulsel, Rudi Pieter Goni, mengungkapkan, partainya telah mengirim empat nama ke DPP PDIP.  Keempat nama ini baru resmi akan ditetapkan sebagai bakal calon dari PDIP, usai mengikuti berbagai tahapan, yaitu pendaftaran hingga fit and proper test.

“Sudah dikirim nama ke DPP PDIP,  hanya empat nama usai tes wawancara calon gubernur di Kantor PDIP Sulsel,” ujarnya, Selasa (15/8).

Keempat nama tersebut yakni Bro Rivai, Nurdin Halid, Nurdin Abdullah, dan Agus Arifin Nu’mang. Rudi menjelaskan, para kandidat tersebut juga telah dipanggil ke DPP PDIP mengikuti fit and proper test, sebagai salah satu syarat untuk diusung di partai berlambang banteng ini.

“Mereka juga sudah dipanggil wawancara di DPP. Tahapan terakhir menunggu hasil survei,” tuturnya.

Saat ditanya figur internal yang akan didorong maju berdampingan dengan salah satu kandidat calon gubernur, Rudi menuturkan, meski PDIP memiliki modal lima kursi di DPRD Sulsel, namun tak menyertakan atau mendorong kader internal sebagai calon di Pilgub.

“Kita tidak mendorong kader di Pilgub. Kalaupun koalisi, harus ada komitmen dari figur untuk membesarkan PDIP,” terangnya.

[NEXT-RASUL]

Ketua Tim Penjaringan DPD PDIP Sulsel, Iqbal Arifin, membenarkan, setelah rapat pleno dilaksanakan Juli lalu, semua nama bakal calon yang mengikuti tes wawancara dikirim ke DPP. Untuk Pilgub Sulsel, hanya empat bakal calon yang ikut tes wawancara. Abdul Rivai Ras, Agus Arifin Nu’mang dan HM Nurdin Halid, Nurdin Abdullah.

“Kalau Pak Burhanuddin hanya mendaftar, tapi tidak mengembalikan. Pak Ichsan Yasin Limpo memang tidak mendaftar,” kata Iqbal.

Terpisah, Pakar Politik Universitas Bosowa (Unibos) Makassar, Arief Wicaksono, menuturkan, mendorong non kader di Pilgub Sulsel bukan hanya dilakukan PDIP saja. Namun, ada beberapa partai lain yang juga melakukan hal yang sama. Meskipun memang, PDIP tergolong partai yang matang dari segi organisasi kepartaian. Apalagi melihat sepak terjang PDIP selama ini di ranah politik pemilihan kepala daerah.

“Yang dimaksud dengan minim kader mungkin adalah kader yang siap dijual dalam setiap kompetisi politik. Kalau itu, PDIP sama saja dengan partai lain. Hampir semua parpol di Indonesia melakukan rekrutmen terhadap vote getter, yaitu public figure dengan popularitas dan elektabilitas melampaui kader-kadernya,” ungkap Arief.

Arief mencontohkan, pada Pemilihan Presiden beberapa waktu lalu, PDIP mendorong figur non partai. Namun, hal tersebut membawa PDIP pada kemenangan kontes perpolitikan tertinggi di Indonesia. Begitupun pada pemilihan kepala daerah yang berhasil ditaklukkan oleh PDIP.

“Jokowi dan Risma pun kalau tidak salah bukan kader PDIP awalnya. Mereka baru direkrut ketika tingkat keterpilihan masing-masing sudah baik,” jelasnya.

Sementara itu, Pakar Politik Universitas Muhammadiyah (Unismuh) Makassar, Andi Luhur Prianto, mengatakan, PDIP lebih memilih realistis. Elit partai tidak cukup confidence untuk running di Pilgub.

[NEXT-RASUL]

“Kekuatan lima kursi partai, belum cukup memadai untuk membangun posisi tawar yang tinggi dengan kandidat,” terangnya.

Namun, lanjutnya, PDIP masih eksklusif untuk membangun bargaining dengan partai lain. Pola pengelolaan model komando, membuat kreativitas kader tidak dieksplorasi optimal.

“Padahal sebagai partai yang berbasis ideologi kuat, PDIP bisa mendorong kader untuk mengukur kualitas kepemimpinan publik. Bisa juga memanfaatkan aransemen koalisi nasional,” kata Luhur. (E)


Tag
div>