SELASA , 25 SEPTEMBER 2018

Refleksi Perjalanan 53 Tahun IMM

Reporter:

Editor:

doelbeckz

Selasa , 14 Maret 2017 11:27
Refleksi Perjalanan 53 Tahun IMM

int

Oleh: Fatmawati, Sekretaris Bidang Organisasi DPD IMM Sulsel

MOMENTUM milad bukanlah hal yang lumrah untuk diperingati berbagai lembaga. Baik tataran terkecil kampus sampai yang terbesar.

Tanpa terkecuali Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) yang hari kelahirannya diperingati setiap tahun secara serentak, hampir di setiap daeraH dengan berbagai macam item kegiatan.

Momentum milad di harapkan bukan hanya perayaan ceremonial semata atau sekedar rutinitas tanpa tujuan yang jelas. Justru pada perayaan milad ke 53 tahun yang jatuh pada 14 maret 2017. Terdapat esensi utama yang ingin dicapai. Salah satunya sebagai ajang silaturahim sekaligus ajang konsolidasi internal bagi kader-kadernya.

Kembali merefleksi peran IMM yang sangat vital. Usia 53 bukan lagi usia kekanak-kanakan. IMM diusianya saat ini sudah harus dewasa menyikapi setiap gerakannya sebagai tonggak utama laskar gerakan mahasiswa islam.

Sebuah kesyukuran bahwa IMM sebagai salah satu ortom Muhammadiyah sekaligus sebagai organisasi pergerakan mahasiswa Islam, sampai hari ini masih membuktikan eksistensinya dengan memberikan sumbangsi nyata terhadap pembangunan SDM di setiap daerah.

Berawal dari kaderisasi di kalangan mahasiswa. IMM banyak menghasilkan kader yang mampu menjadi pioner cerdas dan bermoral. Hal inilah yang memang dibutuhkan oleh bangsa kita.

Kondisi kebangsaan saat ini telah terancam oleh berbagai polemik. Oleh karenanya pemuda memiliki tugas dan tanggungjawab yang besar untuk mengembalikan kondisi bangsanya. Tanpa terkecuali IMM sebagai angkatan muda, tidak boleh tinggal diam melihat kondisi yang begitu memprihatinkan ini.

[NEXT-RASUL]

IMM harus peka terhadap isu-isu sosial sekaligus mampu menjadi problem solver terhadap masalah yang dihadapi oleh masyarakat bangsa dan negara.

Selain itu, berbagai peristiwa-peristiwa masa lalu perlu di refleksi sebagai ajang perbaikan atau pembaharuan dalam gerakannya. IMM sebagai penerus perjuangan harus mampu merespon realitas kebangsaan dan keummatan yang dihadapi saat ini.

Memantapkan gerakan-gerakan sosial dan keagamaan adalah PR utama dalam membangun IMM di masa yang akan datang. Untuk itu, salah satu upaya IMM mewujudkan itu ialah dengan mempersiapkan SDM yang handal melalui pola kaderisasi yang berjenjang.

Sebagai bentuk implementasi dari cita-cita dan tujuan sebagaimana tercantum dalam AD/ART IMM yakni “mengusahakan terwujudnya akademisi islam yang berakhlak mulia dalam rangka mencapai tujuan Muhammadiyah”.

Tujuan mulia inilah yang menjadi cikal bakal pembangunan SDM yang dipersiapkan sebagai putra putri daerah yang berkualitas dari segi akidah intelektual dan akhlaknya tanpa mengesampingkan nilai-nilai sosial kemasyarakatan.

Pembangunan SDM sesuai yang di cita-citakan oleh IMM adalah langkah strategis yang sampai saat ini dilaksanakan secara terus menerus. Dengan suatu harapan besar, bahwa kader yang terlahir menjadi progresif, dinamis dan implementatif dari segi pemikiran dan prilakunya. Juga mampu menjadi motor penggerak yang komunikatif dalam ruang-ruang publik.

53 tahun refleksi perjalanan IMM, Penguatan internal dan eksternal, masih terus dilakukan. Salah satu upaya menjaga eksistensi adalah dengan membangun sinergitas ke institusi sekaligus ke pemerintah dengan sebuah komitmen atas tanggung jawab yang diemban bersama. (***)


div>