KAMIS , 15 NOVEMBER 2018

Regenerasi Caleg Senior, Saatnya Kaum Muda Untuk Tampil

Reporter:

Suryadi Maswatu

Editor:

Iskanto

Rabu , 31 Oktober 2018 07:53
Regenerasi Caleg Senior, Saatnya Kaum Muda Untuk Tampil

Ilustrasi (Rakyatsulsel.com)

MAKASSAR, RAKYATSULSEL.COM – Pemilihan Legislatif (Pileg) 2019 mendatang di warnai dengan kehadiran Calon Legislatif (Caleg) dari kalangan pemuda yang berstatus pendatang baru.

Para politisi junior itu akan menghadapi para petahana (politisi senior) yang sudah punya nama besar. Moment ini pun harus dijadikan para caleg junior sebagai regenerasi caleg senior untuk melanjutkan apa yang menjadi harapan masyarakat.

Salah satu Caleg DPRD Kota Makassar dari Partai Berkarya, Ahmad Dimas Parawansa (ADP) mengatakan, sudah waktunya bagi kaum muda untuk tampil, memberi masa depan yang lebih baik.

Menurutnya, kehadiran generasi penerus khususnya kaum muda yang memiliki kompetensi, komitment dan kapabilitas akan memberikan warna di parlemen.

Ia mengaku maju sebagai wakil rakyat tidak memiliki visi misi. “Seorang anggota dewan itu memiliki tiga fungsi. Yakni sebagai legislasi, anggaran dan pengawasan. Insya Allah kedepannya jika diamanahkan oleh rakyat saya akan laksanakan dengan baik fungsi tersebut,” ujarnya.

Olehnya, kata ADP, selama melakukan sosialisasi pihaknya tidak memberi janji apapun kepada masyarakat. “Tabe saya tidak bisa janjiki apa-apa. Saya tidak bisa kasiki apa-apa tapi Insya Allah jika saya diamanahkan oleh rakyat apa yang menjadi masalah yang dihadapi oleh rakyat di Kota Makassar saya akan perjuangkan di gedung parlemen nanti,” jelasnya.

Faktanya, kata dia, banyak anggota dewan yang membuat masyarakat kecewa dengan memberi janji namun saat terpilih janji itu tidak dilaksanakan.

“Sudah dijanji ini dijanji itu ternyata tidak bisa dilaksanakan. Sampai-sampai ada salah seorang masyarakat pernah bilang, samaji semua caleg janji ini janji itu, giliran duduk nalupakan maki,” terang ADP.

Caleg muda lainnya, Suharlim menilai, keterlibatan kaum muda dipentas politik, adalah satu fase kemajuan dalam demokrasi Indonesia.

“Paling tidak keberadaannya menegaskan bahwa menjadi caleg tidak harus punya modal materi yang banyak. Jadi mindset bahwa caleg harus bermodalkan uang yang banyak, itu harus dirubah,” ujarnya.

Caleg DPRD Kabupaten Selayar menambahknn, caleg muda harus mampu meyakinkan pemilih, bahwa caleg muda mampu menyuarakan kepentingan masyarakat di DPRD. “Jadi jangan salah menjatuhkan pilihan,” katanya.

Menurut dia, dengan modal gagasan yang dimiliki oleh caleg muda, akan menjadi jualan politik kepada masyarakat. “Nanti kita sebagai caleg muda akan memberikan pilihan-pilihan politik yang baik untuk masa depan, tinggal masyarakat memilih yang mana,” ujar mantan aktivis HMI cabang Makassar tersebut.

Harlin–sapaan akrabnya mengaku tidak memiliki program khusus yang ditawarkan ke masyarakat. “Tapi, cukup menajamkan tugas pokoknya sebagai anggota DPRD di bidang legislasi, penganggaran dan pengawasan,” ungkapnya.

Pada intinya, kata dia, caleg harus perbanyak turun ke masyarakat untuk mendengarkan aspirasinya, apa kebutuhan masyarakat untuk diperjuangkan di DPRD.

“Karena pada prinsipnya, anggota DPRD itu adalah wakil rakyat yang terpilih karena suara mereka. Jadi apa yang akan kita lakukan nantinya, tergantung apa aspirasinya masyarakat,” pungkasnya.

Sementara itu, Aura Aulia Imandara maju sebagai calon anggota dewan untuk memperjuangkan hak rakyat kecil dan demi kesejahteraan masyarakat umum.

Aura Aulia Imandara adalah anak Wali Kota Makassar, Moh Ramdhan Pomanto. Ia maju sebagai caleg DPR RI dengan mengendarai Partai NasDem di Dapil Sulsel I.

Aura mengatakan, terjun ke dunia politik karena ingin mengikuti rekam jejak ayahnya. “Selain itu ingin meneruskan karir ayah,” katanya.

Ia menegaskan, jika kelak duduk di kursi Senayan, hal yang dilakukan adalah memperjuangkan hak rakyat kecil. “Saya juga ingin membela kepentingan masyarakat Sulsel di Senayan,” jelasnya.

Terpisah, Pakar Politik Unibos Makassar, Arif Wicaksono mengatakan, caleg muda itu kekuatannya adalah durasi, militansi, dan kreativitas. “Cukup 3 strategi itu yang dilakukan caleg muda untuk menghadapi senior-seniornya,” ujarnya.

Arief Wicaksono menambahakan, selain itu, ide dan gagasan caleg muda itu up to date dan selalu fresh, mengikuti perkembangan problem di masyarakat. “Tapi, caleg-caleg muda juga harus berhati dengan caleg senior, karena mereka tetap menang pengalaman,” pungkasnya. (*)


div>