SELASA , 25 SEPTEMBER 2018

Registrasi Kartu SIM Gagal Terus? Ini Penyebab dan Cara Mengatasinya

Reporter:

Editor:

asharabdullah

Kamis , 01 Maret 2018 16:00
Registrasi Kartu SIM Gagal Terus? Ini Penyebab dan Cara Mengatasinya

Ilustrasi: kartu SIM (videotron)

JAKARTA, RAKYATSULSEL.COM – Sanksi pemblokiran secara bertahap kartu SIM yang belum registrasi ulang mulai diberlakukan hari ini (Kamis, 1/3). Namun meski diblokir, pengguna seluler masih bisa melakukan registrasi ulang di masing-masing operator.

Di lapangan sendiri rupanya masih banyak ditemui kendala saat melakukan proses registrasi. Banyak masyarakat yang mengeluhkan registrasi sering mengalami kegagalan.

“Maaf, data NO_KK yang Anda masukkan salah. Mohon cek data diri Anda & lakukan kembali proses registrasi,” begitu bunyi pesan balasan yang sering diterima pengguna yang gagal melakukan registrasi kartu SIM, baik via SMS ke 4444 maupun via situs web operator seluler.

Menanggapi hal tersebut, Direktur Eksekutif Asosiasi Telekomunikasi Seluruh Indonesia (ATSI) Sutrisman angkat bicara. “Registrasi gagal karena data nomor induk kependudukan (NIK) dan kartu keluarga (KK) yang didaftarkan dianggap invalid atau salah. Jadi data yang ditemukan tidak ditemukan kesesuaian alias tidak sinkron,” ujarnya dalam acara jumpa pers yang digelar Kemenkominfo di Jakarta, Rabu (28/2).

Sutrisman menjelaskan bahwa sebelum 1 Mei 2018 mendatang, yakni sanksi pemblokiran total benar-benar dijatuhkan, pelanggan kartu prabayar masih memiliki kesempatan untuk melakukan proses registrasi ulang.

“Kalau daftar lewat SMS gagal, kemudian lewat website masih gagal juga, coba langsung datangi gerai pusat layanan konsumen di masing-masing wilayah yang ada. Minta tolong kepada orang gerai untuk didaftarkan, kami siap melayani kok. Tapi harus dipastikan dulu, jangan sampai ada kesalahan melihat dan menyebutkan angka-angka, yang teliti,” terang Sutrisman.

Direktur Eksekutif Asosiasi Telekomunikasi Seluruh Indonesia (ATSI) Sutrisman. (RianAlfianto/JawaPos.com)

Namun jika mendaftar melalui gerai masih gagal juga, lanjut Sutrisman, pelanggan diminta untuk mengonfirmasikan kepada Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Dukcapil). Karena data kependudukan yang gagal didaftarkan ada kemungkinan salah atau tidak cocok.

Penyebab registrasi gagal, selain tidak sesuainya data kependudukan seperti Nomor Induk Kependudukan (NIK) dan kartu keluarga (KK) dengan database Dukcapil juga bisa disebabkan oleh nomor KK yang invalid. “Misalnya terjadi saat kepala keluarga telah meninggal dunia atau saat keluarga tersebut pindah alamat tempat tinggal baru dan belum melaporkan kepindahannya,” ungkap Sutrisman.

Bentuk konfirmasinya tidak harus mendatangi kantor Dukcapil di wilayah masing-masing. Sebab Direktorat Jenderal Pelayanan Dukcapil membuka layanan pengaduan/pertanyaan terkait dokumen kependudukan seperti e-KTP, KK, dan Kartu Identitas Anak (KIA).

Layanan tersebut bisa diakses melalui ‘Halo Dukcapil’ untuk mempermudah dan memperlancar masyarakat mendapatkan informasi dan menyelesaikan masalah dokumen kependudukan yang dibutuhkan. Salah satunya untuk keperluan registrasi kartu SIM prabayar.

Pelanggan bisa memanfaatkan layanan ini dengan cara menelepon ke call center 08118005372 atau melalui e-mail callcenter.dukcapil@gmail.com. Bisa juga menghubungi via Facebook (Ditjen Dukcapil) atau Twitter (@ccdukcapil).

Untuk diketahui, pemblokiran akan dibagi menjadi beberapa tahap. Tahap pertama yang mulai diberlakuan hari ini (1/3) adalah penghentian layanan telepon keluar ‘outgoing call’ dan layanan SMS keluar hingga 31 Maret mendatang. Selanjutnya, masuk kepada pemblokiran tahap dua yang jatuh pada 1 April mendatang.

Pada pemblokiran tahap dua, penghentian layanan akan ditambah, jika sebelumnya hanya outgoing call saja, maka di tahap dua ditambah menjadi penghentian layanan panggilan masuk ‘incoming call’ dan layanan pesan singkat masuk.

Selama tahapan pemblokiran berlangsung, pelanggan diharapkan segera melakukan registrasi ulang sehingga pemblokiran bisa dibuka kembali. Pelanggan juga masih diberi kerenggangan bisa mengakses layanan data dan internet selama pemblokiran.

Kemudian jika sampai 30 April masih belum juga melakukan registrasi, maka per tanggal 1 Mei 2018 mendatang, seluruh bentuk layanan telekomunikasi menggunakan kartu SIM prabayar akan dihentikan total alias diblokir total. Kartu yang sudah terblokir akan dinyatakan hangus dan tidak akan bisa digunakan kembali.

(ce1/ryn/JPC)


div>