SABTU , 23 JUNI 2018

REI Perkuat Pokja Pertanahan

Reporter:

Editor:

rakyat-admin

Kamis , 19 Oktober 2017 23:05
REI Perkuat Pokja Pertanahan

DISKUSI. Ketua DPD REI Sulsel HM Sadiq berdiskusi santai dengan Wakil Ketua Bidang Pertanahan DPD REI Sulsel Edy Arsyam dan Wakil Ketua Perundang-undangan dan Regulasi Properti DPD REI Sulsel Fredy A Tampake di Sekretariat DPD REI Sulsel, Kamis (19/10).

MAKASSAR, RAKYATSULSEL.COM – Kepengurusan Dewan Pimpinan Daerah Realestat Indonesia (DPD REI) Sulsel yang baru saja terpilih dan dilantik dibawah kepemimpinan HM Sadiq langsung bergerak cepat. Yaitu memperkuat Kelompok Kerja (Pokja) yang dibawahi beberapa wakil ketua bidang. Salah satunya bidang pertanahan.
Hal ini terungkap ketika Ketua DPD REI Sulsel HM Sadiq berdiskusi santai dengan Wakil Ketua Bidang Pertanahan DPD REI Sulsel Edy Arsyam dan Wakil Ketua Perundang-undangan dan Regulasi Properti DPD REI Sulsel Fredy A Tampake di Sekretariat DPD REI Sulsel, Kamis (19/10).
Edy mengatakan, pihaknya segera menyusun program kerja bidang pertanahan dengan melibatkan seluruh stakeholder terkait.
“Langkah awal kepengurusan REI Sulsel, ada beberapa wakil ketua bidang. Salah satunya kami bidang pertanahan akan sengera menyusun program kerja pertanahan dengan melibatkan seluruh unsur terkait, yaitu Badan Pertanahan Nasional (BPN), baik itu Kantor Wilayah (Kanwil) BPN Sulsel maupun Kantor BPN Kabupaten/Kota se-Sulsel dengan kepengurusan REI Sulsel,” jelasnya.
Edy didampingi Wakil Ketua Perundang-undangan dan Regulasi Properti DPD REI Sulsel, Fredy A Tampake, mengakui, masih banyak masalah-masalah di bidang pertanahan yang belum terselesaikan. Dicontohkan, penerbitan sertifikat yang ada di Kota Makassar serta sejumlah kabupaten/kota di Sulsel, baik itu sertifikat baru maupun pemecahan-pemecahan sertifikat. Hal tersebut disebabkan keterbatasan peralatan di pertanahan. Oleh karena itu, demi kelancaran kinerja di bidang pertanahan, maka REI Sulsel akan membantu BPN berupa penyediaan alat pengukuran tanah.
“Bantuan alat ukur tanah terbaru itu, nantinya membantu percepatan kerja-kerja pertanahan, khususnya bagi anggota REI Sulsel. Alat ini nantinya memang akan dikhususkan bagi anggota REI Sulsel yang mengurus pertanahan,” terangnya.
Hal ini akan mendukung serta
menindaklanjuti adanya informasi perbankan jika masih banyak sertifikat tanah yang belum rampung.
“Informasi terbaru dari hasil pertemuan dengan perbankan. Khusus anggota REI masih ada sekira 3.000 sertifikat belum rampung. Oleh karena itu, masalah ini akan jadi perhatian induk organisasi developer/pengembang dalam hal ini REI Sulsel, agar sinergitas dengan perbankan dan pertanahan dapat tetap berjalan dengan baik,” katanya.
Sementara, Ketua DPD REI Sulsel, HM Sadiq, mengatakan, REI Sulsel akan senantiasa selalu menjalin kerja sama dengan baik, dengan seluruh stakeholder, salah satunya bidang pertanahan.
“Kita akan mengaktifkan diskusi dan akan audiensi dengan BPN Wilayah Sulsel dan BPN Kaupaten/Kota se-Sulsel. Hal ini untuk saling mengetahui masalah yang ada serta memecahkan masalah tersebut secara bersama-sama guna mendukung pemenuhan rumah yang layak dengan harga terjangkau di Sulsel,” terangnya.
“Selain, memperkuat stakeholder bidang pertanahan, REI Sulsel juga akan menjalin kerja sama secara maksimal dengan pemerintah daerah (Pemerintah Provinsi dan Pemerintah Kabupaten/Kota), PLN, PDAM, perpajakan, perbankan, dan lainnya,” jelas Ketua REI Sulsel periode 2017-2020 ini. (***)

Tag
  • REI Makassar
  •  
    div>