• Senin, 20 Oktober 2014
Iklan | Privacy Policy | Redaksi | Citizen Report

REI Sulsel Serahkan Rumah Impian untuk Warga Miskin

Sabtu , 27 Juli 2013 17:46
Total Pembaca : 249 Views

PAREPARE, RAKYATSULSEL.COM – Gubernur Sulsel, Syahrul Yasin Limpo menyerahkan secara simbolis Rumah Impian Ramadhan yang dipersembahkan oleh DPD Real Estate Indonesia (REI) Sulsel. Satu unit rumah tersebut diserahkan kepada pasangan suami istri Dg Alle dan Dg Bau, di Bacukiki, Parepare, Sabtu (27/7).

“Semua makhluk harus bisa merasakan berkah Ramadhan. Karena, agama apa saja, memberikan pendekatan atau orientasi agar kita saling peduli, saling memberi dan menerima dalam sebuah kehidupan,” kata Syahrul.

Syahrul mengatakan, pemberian rumah impian tersebut menjadi sangat penting dan strategis. Ia juga memuji peran DPD REI Sulsel yang bisa berbagi dengan keluarga kurang mampu. “Kita berharap, asosiasi lain juga mengambil peranan seperti ini,” harapnya.

Sementara, Ketua DPD REI Sulsel, Reymond Alfandi, mengatakan, program Rumah Impian Ramadhan merupakan bagian dari CSR REI. Program itu dilaksanakan di Makassar, Gowa, Maros, Parepare dan Bantaeng.

“Untuk kedua kalinya, Parepare masuk dalam program Rumah Impian Tahun 2013,” kata Reymond.

Ia menjelaskan, program tersebut sudah jalan selama tiga tahun dan REI menyiapkan 11 unit rumah untuk diberikan kepada warga yang lolos verifikasi. Program tersebut juga telah dicoba di pusat dengan menggandeng 11 DPD, tapi hanya Sulsel yang berhasil melaksanakan.

“Pada program ini, PLN juga memberikan subsidi listrik gratis selama satu tahun kepada rumah ini,” ungkapnya.

Reymond juga berpesan agar pemenang Rumah Impian Ramadhan, tidak menjual rumah tersebut, termasuk dipindahtangankan dan harus ditempati selama-lamanya. “Jadilah warga yang baik. Mudah-mudahan ini bisa berlanjut seterusnya, meskipun masa jabatan saya di REI akan berakhir,” harapnya.

Tim Verifikasi, Marlin, menjelaskan, penerima adalah pasangan suami istri Dg Alle – Dg Bau. Dg Bau adalah penjual sayur keliling dengan cara tradisional, yakni memakai gerobak. Dg Bau mengambil dagangan di Pasar Lakessi dan dijual ke perumahan.

“Rumahnya menggunakan tanah orang lain, berupa bilik. Suaminya, menderita katarak, dan bekerja menjaga kebun orang lain. Mereka selama puluhan tahun tinggal digubuk,” tuturnya.


Penulis: Muhammad Lutfi
Editor: Azis Kuba