SENIN , 20 NOVEMBER 2017

REKAP Desak Pemkab Takalar Hentikan Pembangunan Hotel di Topejawa

Reporter:

Editor:

Lukman

Rabu , 13 September 2017 22:15
REKAP Desak Pemkab Takalar Hentikan Pembangunan Hotel di Topejawa

Ketua Rekap, Sainuddin saat menggelar aksi demonstrasi.

TAKALAR, RAKYATSULSEL.COM – Lembaga Riset dan Kajian Publik (REKAP) dalam waktu dekat ini akan turun aksi untuk mendesak Pemerintah Kabupaten Takalar, segera menutup pembangunan Hotel di Topejawa.

Ketua Rekap, Sainuddin, mengatakan, pihaknya selama ini menganggap Pemerintah Kabupaten Takalar hanya duduk diam dan terkesan ada konspirasi antara pengusaha Hotel tersebut.

“Seharusnya Satpol PP menertibkan bangunan yang tidak mengantongi Izin Membangun (IMB) karena dia yang punya kapasitas untuk memberhentikan bangunan tanpa IMB. Satpol PP bagian dari pengawal regulasi peraturan daerah dan Perpres,” tegas Sainuddin, Rabu (13/09).

Sainuddin menambahkan, dalam waktu dekat ini dirinya akan melakukan demo di beberapa instansi yang terlibat. Utamanya Pemerintah Kabupaten Takalar karena ini terkesan tutup mata terkait penertiban Pembangunan Hotel di Dusun Topejawa, Desa Topejawa, Kecamatan Mangarabombang, yang diduga tidak mengantongi IMB.

Menurutnya, pembangunan hotel tersebut sangat jelas telah melanggar Perpres No.51 tahun 2016 dan melanggar peraturan daerah tentang hampadan pantai yang tidak membenarkan adanya bangunan dalam batas wilayah tersebut, yakni 100 meter dari pasang air laut tertinggi masuk ke arah daratan.

“Sebelum membangun diharuskan mengurus izin membangun (IMB). Tentang hampadan pantai tidak dibenarkan adanya bangunan dalam batas wilayah tersebut, yakni 100 meter dari pasang air laut tertinggi masuk ke arah daratan,” jelas Sainuddin. (*)


div>