SABTU , 21 JULI 2018

Rekayasa Jalan Dishub Dinilai Belum Efektif

Reporter:

Editor:

doelbeckz

Selasa , 20 Juni 2017 12:34
Rekayasa Jalan Dishub Dinilai Belum Efektif

Ilustrasi. foto: net

MAKASSAR, RAKYATSULSEL.COM – Ketua Masyarakat Transportasi Indonesia (MTI) Sulsel, Lambang Basri ikut mengomentari penerapan sistem jalur cepat-lambat di beberapa jalan utama di Makassar oleh Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Makassar, baru-baru ini.

Dijelaskan Lambang, rekayasa lalu lintas yang bisa dilihat di Jl AP Pettarani mengandalkan beberapa cara. Pertama mengandalkan beberapa luas bidang persimpangan, kedua mengandalkan fase lalulintas, dan ketiga mengandalkan separator dari arah selatan Makassar Jl AP Pettarani.

“Hanya saja untuk saparator di sebelah barat untuk kegiatan selatan menerus ke utara itu ada halangan dari klinik mata, dan banyak kendaraan keluar RS Faisal, itu cukup memberikan andil dalam kelambatan lalu lintas,” tuturnya diberitakan Rakyat Sulsel, Selasa (20/6).

Menurut Lambang, sistem separator menyebabkan macet lebih parah dibanding menggunakan lampu lalilintas yang ada di lajur sebelahnya. Karena pengedara di satu sisi akan terus melaju sementara sisi lainnya harus mengikuti isyarat lampu lalu lintas.

Persoalan kedua, kata dia, yakni kendaraan dari utara menuju keselatan juga menemui hambatan. Terutama jika ingin memutar dan langsung masuk ke arah Jl Rappocini. Jika memutar menggunakan lajur dalam, menurut Lambang tidak masalah, namun akan bergeser pada pinggir saparator.

“Masalahnya ada beberapa yang bisa menjadi titik konflik, seperti bagi pergerakan yang menerus dan masuk pada rute belakang itu terganggu, karena mau belok ke Rappocini. Sebelutulnya mau menggunakan luar saparotor, tetap akan terganggu karena kendaraan ada disitu itu akan membutuhkan jarak tertentu untuk bergantian masuk,” ucapnya.

Menurut Lambang, pemasangan separator di sebelah selatan didepan klinik mata kurang tepat.

[NEXT-RASUL]

Sementara itu, Humas Dishub Makassar Azis Sila menjelaskan, sistem kanalisasi masih tahap sosialisasikan sambil mengkaji sejumlah ruas jalan lainnya yang juga akan dibuatkan kanalisasi.

“Kalau soal anggaran pengadaannya saya tidak tau dinda, karena barrier itu kita hanya terima langsung dari pemkot. Yang jelas, jumlahnya itu 436 buah,” terangnya. (***)

 


div>