• Rabu, 16 April 2014
Iklan | Privacy Policy | Redaksi | Citizen Report

Reklamasi Pantai Mattirotasi Parepare Dihentikan

Dinilai Jauh Dari Harapan Masyarakat

Rabu , 31 Oktober 2012 11:52
Total Pembaca : 249 Views

Baca juga

PAREPARE – Pihak Dinas Pekerjaan Umum dan Prasarana Wilayah, terpaksa menghentikan sementara proses pembangunan penataan kawasan pantai Mattirotasi, yang secara fisik merupakan reklamasi pantai yang mendapat protes masyarakat.

Pemberhentian sementara proses pembangunan fasilitas umum ini dilakukan pihak Dinas PU, dengan pertimbangan akan meninjau kembali kepemilikan Dokumen (Upaya Penyelamatan Lingkungan dan Upaya Kesehatan Lingkungan) UPL-UKL yang menjadi sorotan warga.

Kepala Dinas Pekerjaan Umum, Ir H Imran Ramli, dihubungi terkait hal ini mengatakan, akan kembali melakukan pencermatan dokumen UPL-UKL yang menjadi dasar proses pembangunan fasilitas umum senilai Rp5 milliar ini.

“Kita berencana akan melakukan konsultasi dengan pihak Badan Lingkungan Hidup (BLH) yang menerbitkan dokumen UPL-UKL ini, kalau memang Dokumen UPL-UKL yang ada saat ini tidak bisa digunakan dalam pembangunan fasilitas itu, akan kami konsultasikan kembali asek-aspek mana yang belum terpenuhi,” ungkap Imran Ramli.

Terpisah, Kepala Badan Lingkungan Hidup Daerah (BLHD), Drs H Mang Arfah, yang dihubungi kemarin mengaku, telah menerbitkan dokumen UPL-UKL sebelum kegiatan ini dilakukan, penyusunan Dokumen UPL-UKL sendiri oleh staff BLH yang membidangi hal itu, dan hasil analisanya sudah dijelaskan didalam isi Dokumen.

“Kita tidak menggunakan istilah AMDaL skala besar dalam proyek ini, karena skalanya masih terbilang kecil, panjangnya hanya kurang dari 5 KM, dan lebarnya tidak lebih dari 50 meter, sehingga UPL-UKL yang dibuatkan,” ungkap Mang Arfah.

Terkait hal ini, salah seorang tokoh pemuda Mattirotasi, Igbal Rahim Gani, menilai, program pengembangan kawasan Mattirotasi yang diprogramkan Dinas PU sekarang ini, terlalu jauh dari keinginan warga.

“Kita (warga) hanya ingin penataan kawasan Mattirotasi yang sederhana saja, yang sifatnya memang dibutuhkan, seperti perbaikan ruas jalan yang banyak berlubang, kawasan penambatan perahu para nelayan, serta perbaikan tanggul pantai dengan penahan ombak yang layak, sehingga air laut dimusim tertentu tidak naik hingga ke jalan,” terang Igbal.

Sementara itu, pihak Manajemen CV Utari yang merupakan rekanan dari pelaksana pembangunan reklamasi pantai ini, belum bisa dikonfirmasi terkait proses pembangunan ini, Feri Tanriady, salah satu pihak manajemen perusahaan berkali-kali dihubungi, juga tidak dapat memberikan tanggapan apa-apa. (k7/dj/D)