SELASA , 11 DESEMBER 2018

Rekomendasi Demokrat, TSM atau RSA? Ini Pernyataan Ni’matullah

Reporter:

Editor:

Niar

Jumat , 22 September 2017 15:02
Rekomendasi Demokrat, TSM atau RSA? Ini Pernyataan Ni’matullah

int

PAREPARE, RAKSUL.COM– Dua orang kader intenal DPC Partai Demokrat Parepare, masing-masing Tasming Hamid (TSM) dan Rahmat Sjamsu Alam (RSA) saling berebut rekomendasi dari partai yang dikendarainya pada Pileg 2013 lalu untuk bertarung pada Pilkada 2018 mendatang.

Meski keduanya maju dalam Pilwalkot dengan bidikan yang berbeda, TSM yang optimis 01 dan RSA 02, namun hingga kini keduanya masih menunggu penetapan dari DPW dan DPP pada Partai berlambang Mercy itu.

RSA yang juga Ketua DPC Demokrat Parepare optimis akan mengendarai Demokrat untuk maju pada Pilwali, terlebih lagi dirinya saat ini telah “dipinang” FAS sebagai pendampingnya. Kendati demikian, Wakil Ketua DPRD Parepare ini menyebut, jika hingga kini
belum ada sinyal dari Partainya untuk menjatuhkam pilihan, apakah kepada dirinya ataukah kepada TSM sendiri.

“Bagi saya tidak ada masalah. Kami tetap menunggu keputusan DPD dan DPP. Saya sendiri tunduk pada keputusan,” jelas Ato, sapaan Putra Mantan Wali Kota Parepare ini.

Ditanya mengenai pemaketan dirinya dengan FAS yang akrab disapa Songko’ Cella’e, RSA menuturkan, jika pemaketan keduanya adalah tahapan awal yang telah dilalui, bak pasangan menuju jenjang pernikahan. “Semua ada tahapannya, dan sekarang saya sudah melalui tahapan awal. Jika direstui dari berbagai kalangan, baik keluarga, kerabat, maupun partai, maka kita lanjutkan ke jenjang “penikahan”,” ulas Ato mengibaratkan tahapan Pilkada layaknya tahapan Pernikahan.

Mengenai laporan perihal pinangan FAS, Ato juga telah melaporkan kepada DPD Partai Demokrat, namun hingga saat ini belum ada putusan jelas dari Partainya.

“Dua minggu lalu saya laporkan, tapi bukan secara pribadi tapi untuk semua, termasuk arah bersama Incumben, FAS, Asriady Samad, dan lain-lain. Pada prinsipnya direspon, namun mengingatkan bahwa segala keputusan adanya di DPP,” bebernya.

Hal senada juga dikatakan TSM. Pengusaha muda yang dikenal merakyat ini, mengatakan semua kader berhak mengklaim mengendarai Demokrat, tapi yang sah nantinya setelah ada rekomendasi dari pimpinan DPD dan DPP Demokrat. “Siapapun diamanahkan kami tetap legowo, yang jelas belum ada rekomendasi dari pusat,” urai pria lajang ini.

TSM menambahkan, dirinya tetap mengenjot sosialisasi bersama tim kerjanya untuk mendongkrak hasil survey mengenai kelayakannya maju pada Pilwali. “Kalau diamanahkan Partai Demokrat untuk maju, maka kami siap maju, tinggal menunggu petunjuk dari pusat atau provinsi,” tuturnya.

Terpisah, Ketua DPD Demokrat Provinsi Sulsel, Ni’matullah membeberkan, hingga kini pihaknya belum memberikan sikap kepada kader ataupun kandidat yang layak menahkodai partai peraih empat suara di Parepare ini. Namun ia tak menampik, jika kedua kader Demokrat Parepare punya peluang besar untuk mengendarai partai besutan Susilo Bambang Yudyono ini.

“Belum ada keputusan dari pihak kami untuk merekomendasikan siapa yang mengendarai Demokrat, karena TSM dan RSA semua berpeluang, yang jelas kami hanya menunggu hasil survey,” tuturnya saat dihubungi via selulernya, Jumat, (22/09/2017).

Ni’matullah menjelaskan, hasil survey menentukan siapa yang layak mengendarai. Rencananya pada Oktober mendatang, Partai Demokrat akan mempublikasikan hasil surveynya. “Saat ini kami masih melakukan survey, biarkan keduanya bekerja menyosialisasikan diri,” tutupnya. (Nia)


div>