SABTU , 16 DESEMBER 2017

Rekomendasi Parpol Tersandera, DIAmi Pilih Independen

Reporter:

Armansyah - Fahrullah - Suryadi

Editor:

asharabdullah

Senin , 27 November 2017 10:23
Rekomendasi Parpol Tersandera, DIAmi Pilih Independen

Dok. RakyatSulsel

– Danny : Saya Belum Pegang Apa-apa

MAKASSAR, RAKYATSULSEL.COM – Hari ini, Senin (27/11), adalah momentum untuk menentukan langkah petahana Moh Ramdhan “Danny” Pomanto bersama pasangannya, Indira Mulyasari Paramastuti (DIAmi) di Pemilihan Wali Kota (Pilwalkot) Makassar. Apakah akan bertarung melalui jalur parpol, atau melalui jalur independen.

Danny mengungkapkan, hingga saat ini dirinya belum memegang rekomendasi resmi dari partai politik yang sebelumnya menyatakan siap mendukungnya. Rekomendasi resmi yang dimaksud adalah form B1 KWK yang akan digunakan untuk mendaftar di Komisi Pemilihan Umum (KPU) melalui jalur parpol.

“Bagus semua (komunikasi) dengan parpol, cuma kan saya sampai sekarang belum pegang apa-apa. Kalau besok saya tidak pegang apa-apa, saya jalur independen,” tegas Danny, Minggu (26/11) kemarin.

Ia menegaskan, pihaknya siap jika harus menempuh jalur independen. Pihaknya telah mengumpulkan 400 ribu KTP, sementara KPU hanya mensyaratkan 65 ribu dukungan.

“Syarat independen, kita sudah lampaui syarat dari KPU. Syaratnya 65 ribu, sekarang sudah terkumpul 400 ribu. Tapi kalau saya mendaftar, saya mendaftar 200 ribu saja dulu dan 200 ribu standby. 200 ribu itu sama dengan tiga kali lipat,” bebernya.

Menurutnya, dukungan partai untuk maju di pilwalkot sudah ada. Hanya, pihaknya masih ingin meyakinkan partai untuk tetap konsisten mendukung. Ia mengakui, ada tekanan dari pihak-pihak tertentu kepada partai yang memberikan dukungan kepadanya.

“Partai-partai ini juga ditekan, tapi mereka (parpol) juga inginkan saya. Tapikan kita lihat nanti, bisa saja apakah saya independen atau partai kita lihat nanti besok (hari ini, red,” lanjutnya.

Dikonfirmasi terpisah, Ketua DPC Partai Demokrat Makassar, Adi Rasyid Ali, memastikan tidak akan menarik dukungannya dari DIAmi, karena itu merupakan hal yang mutlak. Menurutnya, rekomendasi resmi belum diserahkan Demokrat karena masih ada di tangan DPP.

“Rekomendasi kalau sudah ditandatangani oleh Pak SBY, saya kira tidak akan berubah. Kita tinggal tunggu untuk mengambilnya. Kalau sudah ada, kita akan berikan secepatnya,” ujarnya.

Selain Demokrat, rekomendasi resmi untuk DIAmi juga belum diserahkan Partai Amanat Nasional (PAN). Meskipun pernah memperlihatkan form B1 KWK, namun tak kunjung diserahkan dan masih ada di tangan DPW PAN Sulsel.

“Saat ini masih ada di DPW. Kami juga tidak tahu kapan Ketua DPW PAN Ashabul Kahfi akan menyerahkan rekomendasi itu. Beliau saat ini masih di luar daerah,” kata Hasanuddin Leo, Ketua Tim Pemenangan Pemilu (TPP) PAN Makassar.

Hal yang sama juga terjadi pada Gerindra dan PKS. Tetap mempertegas dukungan untuk DIAmi, dua partai ini juga tak kunjung menyerahkan rekomendasi resmi.

Ketua DPD Gerindra Sulsel, Idris Manggabarani, mengatakan, partainya mendukung DIAmi di Pilwalkot Makassar. Meskipun, hingga saat ini rekomendasi resmi belum turun dari DPP. Ia juga tak mempersoalkan jika pada akhirnya pasangan ini memilih jalur independen.

“Tak masalah Danny – Indira maju lewat jalur independen. Gerindra tetap mengusung,” tegasnya.

Sebelumnya, Ketua Bappilu PKS Sulsel, Irwan, mengungkapkan, PKS telah resmi mengeluarkan rekomendasi untuk pasangan DIAmi maju di Pilwalkot Makassar 2018 mendatang. Dalam waktu dekat, rekomendasi resmi akan diserahkan ke DIAmi.
“Belum ditentukan waktunya kapan. Kita masih atur waktu,” ucap Irwan.

Menanggapi kondisi tersebut, Pakar Politik Universitas Muhammadiyah Makassar, Andi Luhur Prianto, mengatakan, saat ini hanya Demokrat yang jelas mengusung Danny – Indira setelah rekomendasi tersebut keluar dari DPP. Sementara untuk PAN dan PKS masih rawan.

“Untuk Pilwalkot Makassar, sepertinya baru Demokrat yang pasti mendukung Danny. Saya kira sudah mulai rawan situasinya. Partai ini dikenal (PAN dan PKS) sering membuat keputusan yang melawan aspirasi arus bawah. Tapi mungkin Danny sudah menyiapkan antisipasi untuk itu,” ujarnya.

Menurut Luhur, walau sejauh ini telah ada beberapa partai menyatakan dukungan kepada petahana, namun itu masih bisa berubah. Bahkan, ranah rekomendasi untuk saat ini bukan lagi ada di DPD maupun DPW, namun telah berada di DPP.

“Sepertinya arah dukungan partai di pilwalkot belum jelas. Kalaupun rekomendasinya sudah dikeluarkan DPP, masih bisa lahir rekomendasi baru. Tergantung dinamika. Sekarang ini ranah dukungan partai sudah berada di tangan elite nasional. Bisa berpindah dengan cepat,” terangnya.

Diketahui, sejumlah parpol yang telah menyatakan dukungannya untuk DIAmi, yakni PAN, PKS, Demokrat, PDIP, PKB, dan PPP. (*)


div>