SELASA , 23 JANUARI 2018

Rekomendasi PPP Selamatkan Agus – TBL

Reporter:

Suryadi Maswatu

Editor:

asharabdullah

Kamis , 11 Januari 2018 16:15
Rekomendasi PPP Selamatkan Agus – TBL

Dok. RakyatSulsel

– Konstalasi Politik Berubah

MAKASSAR, RAKYATSULSEL.COM – Rekomendasi Partai Persatuan Pembangunan (PPP) menyelamatkan pasangan Agus Arifin Nu’mang – Tanribali Lamo (Agus – TBL). Pasangan ini resmi mendaftar di Komisi Pemilihan Umum (KPU) dan menyerahkan berkas dukungan parpol, Rabu (10/1) kemarin.

Bak permainan sepak bola. Di menit terakhir penutupan pendaftaran di KPU, Partai Persatuan Pembangunan (PPP) yang selama ini bersama pasangan Ichsan Yasin Limpo – Andi Mudzakkar (IYL – Cakka), beralih ke Agus – TBL.

Parpol Pengusung Agus-TBL.

Paket yang dikenal dengan tagline Agang’ta ini membawa rekomendasi usungan dari partai politik berupa model B1.KWK sebagai syarat dukungan. Dimana, Agus – TBL telah mengamankan tiket rekomendasi partai Gerindra dengan sebelas kursi, PBB satu kursi, dan PPP tujuh kursi.

Komisioner KPU Sulsel, Khaerul Mannan, mengatakan, pihaknya memverifikasi keabsahan rekomendasi yang dibawa Agus – TBL secara langsung melalui video call dengan KPU RI. KPU tak mempermasalahkan rekomendasi yang diserahkan Agus – TBL, sehingga pasangan ini dinyatakan memenuhi syarat.

“Selain memeriksa berkas pencalonan dan calon, kami KPU Sulsel juga melakukan komunikasi dengan KPU RI (via video call) untuk membahas keabsaahan mandat dari DPP PPP yang diserahkan. Dan, kami memastikan berkas pasangan calon usungan PBB, Gerindra dan PPP ini diterima,” ungkapnya.

Ketua KPU Sulsel, Iqbal Latief, menambahkan, pasca dilakukan video call dengan DPP PPP, telah dipastikan berkas Agus – TBL lolos menjadi pasangan calon di pilgub. “Kami telah memeriksa semua berkas dan melakukan video call, soal dukungan partai PPP dan setelah menghitung semua jumlah kursi dari partai pengusung, maka syarat pencalonan Agus – TBL memenuhi syarat,” tegasnya.

Sementara, Ketua Bidang Pemenangan Pemilu DPW PPP Sulsel, Rizal Syarifuddin, yang turut mendampingi Agus – TBL saat mendaftar, menjelaskan, sikap partainya yang menerbitkan surat rekomendasi usungan ke Agus – TBL, usai menerima hasil survei dan melalui tahapan kajian.

“Elektabilitas partai kami turun dalam perjalanannya mendukung gubernur dan wali kota yang maju melalui jalur independen. Logo partai kami tidak dapat tampil dalam kegiatan sosialisasi,” ujarnya.

Dalam kesempatan tersebut, Agus mengungkapkan perjalanannya untuk mendapatkan rekomendasi partai berlambang ka’bah tersebut. Dimana, rekomendasi baru ia dapatkan sekitar pukul tiga dini hari. Iapun harus bersurat kembali ke KPU dan meminta penjadwalan ulang untuk pendaftaran.

“Kami sudah membawa berkas yang sudah sesuai dengan syarat KPU. Kenapa jadwalnya mundur di KPU? Karena pukul tiga dini hari baru kami dapat rekomendasi PPP untuk melengkapi berkas kami di KPU,” kata Agus.

Wakil Gubernur Sulsel dua periode ini menyampaikan, dengan adanya rekomendasi PPP sebagai pelengkap akan menjawab tuntutan masyarakat untuk ia maju bertarung di Pilgub Sulsel.

“Akhirnya kami ditakdirkan untuk maju. Ini berkat usah dan doa kita bersama. Mari kita berjuang bersama untuk Sulsel lebih bagus,” ucapnya.

Menanggapi perubahan konstalasi dukungan partai tersebut, pakar politik dari Unhas Makassar, Jayadi Nas, menilai, sudah menjadi rahasia umum jika beralihnya dukungan PPP dari IYL – Cakka ke Agus – TBL, berkat campur tangan tokoh nasional. Kendati demikian, PPP seharusnya konsisten bersma IYL – Cakka karena dari awal sudah menyatakan sikap bersama pasangan tersebut.

Dengan perubahan ini, akademisi Unhas itu menilai, akan mengganggu solidnya tim IYL – Cakka. Melihat, selama ini tak ada jarak yang memisahkan tim IYL – Cakka dan elite PPP.

“Seharusnya PPP menahan godaan, konsisten di IYL – Cakka. Jika perubahan konstalasi begini, tim bisa terganggu,” ujarnya.

Terpisah, akademisi Unhas lainya, Adi Suryadi Culla, berpendapat, politik itu sulit diprediksi dengan rumus matematika. Sehingga, membutuhkan pemikiran yang matang.

“Dari awal saya selalu proyeksi Pilgub Sulsel sebagai panggung terbuka smpai di hari H pendaftaran kandidat. Banyak hal bisa berubah. Termasuk kemungkinan peluang Agus – TBL dapat tambahan dukungan. Apalagi, karena masih ada partai yang belum menjadi pengusung, yakni PPP, ” terangnya.

Dia menambahkan, di setiap analisa yang ada, jangan langsung mengunci peluang. Meski dalam kalkulasi prediktif kecil peluangnya, namun tetap ada celahnya.

“Secara teori, sebenarnya drama politik itu juga boleh jadi dikonstruksi alurnya oleh sang subjek,” pungkasnya.

Ada permainan di panggung depan, dan ada juga di panggung belakang. Artinya, kejadian di balik atau di belakang panggung politik itu yang sulit ditebak. Itulah yang seringkali sulit terbaca dan harus ditunggu hasilnya faktualnya. (*)


div>