SELASA , 19 DESEMBER 2017

Rekor Baru Donald Trump: Presiden yang Paling Jarang Ketemu Media

Reporter:

Editor:

faisalpalapa

Rabu , 09 Agustus 2017 13:45
Rekor Baru Donald Trump: Presiden yang Paling Jarang Ketemu Media

int

RAKYATSULSEL.COM — Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump liburan selama 17 hari mulai Jumat (4/8). Umumnya, Presiden of the United States (POTUS) mengadakan konferensi pers sebelum meninggalkan Gedung Putih, tapi tidak demikian Trump.
Dia pergi begitu saja menuju klub golf pribadinya di Bedminster, New Jersey. Ternyata, dia memang menjadi presiden yang paling jarang melangsungkan jumpa media.

Itu berdasar data statistik yang dirilis CNN dan American Presidency Project di University of California, Santa Barbara. Hingga 200 hari masa kepemimpinannya yang jatuh pada Senin (7/8), suami Melania itu baru melakukannya sekali. Tepatnya, pada 16 Februari.

Jumlah itu jauh jika dibandingkan dengan para presiden pendahulunya. Dia memecahkan rekor sebagai presiden paling jarang ketemu media. Pada periode kepemimpinan yang sama, mantan Presiden Barack Obama mengadakan 9 kali jumpa pers. George H.W. Bush bahkan melakukannya 18 kali.

Trump selama ini memang tidak terlalu suka pada media. Dia berkali-kali menyebut media sebagai penyebar hoax. Alih-alih memberikan klarifikasi langsung atas berita-berita miring yang beredar tentang dirinya, bapak lima anak itu lebih suka mencuit via akun Twitter-nya.

Termasuk mengklarifikasi liburannya selama 17 hari di klub golf tersebut. Meski beredar luas foto-foto dirinya yang tengah bermain golf, presiden ke-45 AS itu berdalih tidak sedang bersenang-senang.

”Bekerja di Bedminster, New Jersey, sementara Gedung Putih direnovasi. Ini bukan liburan. Saya menggelar pertemuan dan menelepon,” cuit Trump. Gedung Putih menyebut perjalanan Trump itu sebagai working vacation alias liburan sambil kerja. Sebab, dia akan bertemu dengan beberapa legislator dan para penasihatnya.

Klarifikasi Trump tersebut mungkin sebagai usahanya agar tidak disamakan dengan Obama. Sebab, pada 2011 dan 2014, dia pernah mengkritik acara liburan keluarga Obama. Menurut dia, saat itu penduduk AS-lah yang mendanai kegiatan golf Obama.

”Presiden trump sensitif berlebihan dengan kata liburan karena dia sudah lama mengkritik Presiden Obama yang tengah liburan,” ujar Douglas Brinkley, sejarawan di James A. Baker III Institute for Public Policy, Texas.

Trump tentu saja tidak berhenti mencuit selama liburan. Dia tetap aktif mengkritik lawan-lawan politiknya. Hal tersebut lama-lama membuat penduduk negeri Paman Sam gerah.

[NEXT-RASUL]

Berdasar poling yang digelar CNN, 7 di antara 10 penduduk Amerika menyatakan bahwa Trump terlalu banyak mencuit dan cuitan di Twitter bukanlah cara yang bijak untuk berkomunikasi dengan (CNN/CBC/sha/c6/any)


div>