MINGGU , 18 FEBRUARI 2018

Rektor Kini Ditentukan Oleh Presiden

Reporter:

Editor:

rakyat-admin

Jumat , 02 Juni 2017 13:24
Rektor Kini Ditentukan Oleh Presiden

Menteri Dalam Negeri (Mendagri), Tjahjo Kumolo.

JAKARTA, RakyatSulsel.com – Pimpinan perguruan tinggi negeri atau rektor akan ditentukan oleh presiden langsung, bukan lagi oleh kementerian riset dan pendidikan tinggi (Kemenristek Dikti).

Demikian disampaikan Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tjahjo Kumolo dikantornya, Jakarta Pusat, Kamis, (1/6).

“Penentuan rektor ya selama ini oleh Dikti, hasil komunikasi kami dengan Mensesneg dengan bapak Presiden, Pak Mendikti, saya kira terakhir (penentuannya) harus dari bapak Presiden,” kata Tjahjo.

Tjahjo menambahkan pengambil alihan wewenang tersebut berangkat dari kekuatiran adanya ideologi selain Pancasila yang menyusup dalam perguruan tinggi. Selain itu, dengan komando presiden langsung, pemerintah akan bisa merangkul dan mencermarti semua perguruan tinggi negeri maupun swasta karena mempunyai komitmen sama.

“Gerakan-gerakan aktualisasi kampus ini memang harus dicermati, memang Pak Mendikti M Nasir sudah menyampaikan rektor harus bertanggung jawab, tapi proses untuk penyeragaman, saya kira harus bapak presiden,” tegas Politisi PDIP itu.

Soal mekanisme pemilihan rektor itu, kata Tjahjo, prosesnya sama seperti pemilihan gubernur. Namun dia tidak mau menjelaskan soal mekanisme tersebut secara rinci karena masuk dalam ranah Kemenristek Dikti.

“Silahkan tanya pada pak Mendikti, saya kira mekanisme bakunya sudah ada, tapi sama dengan Sekda, bupati, wali kota, sama dengan gubernur dengan sepengetahuan bapak Presiden. Saya tidak bisa mendefinisikan, kira-kira ada forum konsultasi antara Pak Mendikti dan bapak Presiden, untuk memutuskan siapa yang jadi Rektor,” jelasnya.

“Supaya utuh saja lah, saya tidak bisa mendefinisikan, kira-kira ada forum konsultasi antara Pak Mendikti dan bapak Presiden, untuk memutuskan siapa yang jadi rektor. Jadi ke depan nanti rektor bisa dilantik Presiden juga di istana.,” lanjut Tjahjo.

[NEXT-RASUL]

Lebih jauh Tjahjo menjelaskan, pemerintah ingin setiap elemen dalam bangsa bisa memiliki pandangan selaras negara Pancasila. Dengan keputusan akhir di tangan Presiden dalam pemilihan rektor diharapkan ke depannya, setiap elemen bangsa bisa bersama-sama dan saling bahu membahu mewujudkan nawacita pembangunan.

“Intinya itu kerja sama untuk mem-booming-kan Pancasila dan bela negara dan bagian revolusi mental. Pemahaman NKRI dan Bhineka Tunggal Ika dalam bekerja dan organisasi,” ujar Tjahjo. (rmol)


div>