SABTU , 17 NOVEMBER 2018

Rektor UMI Dukung Mahasiswa Zikir Kenang Amarah

Reporter:

Editor:

doelbeckz

Minggu , 24 April 2016 21:44

MAKASSAR, RAKYATSULSEL.COM – Rektor Universitas Muslim Indonesia (UMI) Makassar, Prof Dr Masrurah Mokhtar MA, mengungkapkan, sangat mendukung kegiatan mahasiswa dalam bentuk zikir dan do’a bersama jika dilakukan memperingati momentum April Makassar Berdarah (Amarah) yang diperingati setiap tahun di Kampus UMI Makassar.

“Kalau kegiatan dalam bentuk zikir dan doa, kami rektorat dan yayasan mendukung penuh. Bila perlu memberikan supor dan ikut andil,” ujarnya, menanggapi segelintir mahasiwa UMI yang turun aksi peringati Amarah, Minggu (24/4).

Tak hanya itu, menurut rektor dua periode ini, sebelumnya pihaknya setiap tahun mengeluarkan surat edaran agar mahasiswa tak boleh turun ke jalan mapun di area kampus melakukan akasi. Jika kedapatan akan diberikan sanksi, namun edaran ini dindahkan mahasiswa UMI.

“Surat saya paraf, Rektor UMI mengeluarkan surat edaran untuk pelarangan aktivitas tanggal 23 dan 24 April 2016 dan pelarangan segala jenis atau bentuk kegiatan peringatan Amarah, tapi mahasiswa turun aksi bahkan mengganggu jalan ini akan kami berikan sanksi skorsing,” tuturnya.

Prof Masrurah menegasakan, dalam menyikapi peringatan Amarah yang sering diperingati segelintir mahasiwa UMI tidak bisa dibiarkan.
“Ada kamera menangkap muka sebagian dan kami akan berikan sanksi skorsing selama 1 semester,” tegasnya.

Sementara, Wakil Rektor III UMI, Bidang Kemahasiswaan, Achmad Gani, menyampaikan, langkah-langkah telah dilakukan untuk pencegahan diawali dengan rapat koodrinasi dengan Wakil Dekan III di lingkup fakultas untuk menindaklanjuti surat edaran rektor UMI untuk bersama mengantisipasi setiap aktivitas yang mengarah kepada anarkis.

“Meski ada larangan memperingati Amarah, namun mahasiswa tetap membangkang. Pihak Rektor UMI pun segera menjatuhkan sanksi tegas kepada mahasiswa yang terlibat aksi. Dari total sekitar 150 orang Kami sudah mengantongi 13 mahasiswa yang akan diberi sanksi karena melanggar edaran larangan memperingati hari Amarah,” tegas Acmad. (***)


div>