SENIN , 18 DESEMBER 2017

Rektor UMI Hadiri Rembuk Nasional APTISI di Jakarta

Reporter:

Editor:

asharabdullah

Rabu , 29 November 2017 12:49
Rektor UMI Hadiri Rembuk Nasional APTISI di Jakarta

Suasana rembuq nasional APTISI, Rabu (29/11). Ist

MAKASSAR, RAKYATSULSEL.COM – Rektor Universitas Muslim Indonesia (UMI) Makassar, Prof Dr Hj Masrurah Mokhtar, MA., bersama Wakil Rektor V Bidang Perencanaan dan Kerjasama yang juga Ketua APTISI Sulawesi, Prof Dr H Ma’ruf Hafidz, SH., MH., menghadiri Rembuk Nasional Asosiasi Perguruan Tinggi Swasta Indonesia (APTISI) di Universitas Esa Unggul, Rabu (29/11).

Acara yang yang bertemakan “Revolusi Pendidikan Tinggi Dalam Menghadapi Era Digital Distruption” ini diikuti sebanyak 600 peserta dari unsur pengurus Yayasan dan Pimpinan Perguruan Tinggi dan Ketua APTISI se-Indonesia

Masrurah di sela-sela acara pembukaan mengatakan, pertemuan ini sangat penting dalam menyiapkan Perguruan Tinggi Swasta (PTS) dalam menyambut digital distrupion.

“Era digital saat ini sangat mengejutkan karena itu tidak hanya bidang jasa transportasi dan lainnya yang dengan fasilitas yang berkualitas, murah dan mudah diakses, PTS pun harus cepat tanggap dengan kondisi era disruption,” ujar Ketua Umum BKS PTIS Pusat ini.

Guru Besar Bidang Linguistik ini menambahkan, perubahan yang sangat cepat di era digital
membuat disruptive mindset, suka atau tidak suka peradaban hari ini harus dihadapi.

“Era disruption merupakan sebuah inovasi yang menggantikan seluruh sistem lama dengan cara-cara baru, menggantikan teknologi lama yang serbafisik dengan teknologi digital yang menghasilkan sesuatu yang benar-benar baru dan lebih efisien, juga lebih bermanfaat,” jelas Masrurah

Sementara itu, Menristek Dikti Muhammad Nasir dalam sambutannya, menuturkan, bangsa yang menang adalah bangsa yang memiliki inovasi demikian juga perguruan tinggi harus memiliki inovasi harus secara dini mengantisipasi.

“Adanya perubahan yang dievaluasi dan harus beradaptasi dengan Disruption sebagai sebuah inovas yang akan menggantikan seluruh sistem lama dengan cara-cara baru karena itu kita harus tanggap terhadap perubahan yang begitu cepat agar kita tidak tertinggal,” pungkasnya. (*)


div>