SABTU , 17 NOVEMBER 2018

Rektor UMI : Mengajar harus punya SIM

Reporter:

Suryadi Maswatu

Editor:

Iskanto

Senin , 01 Oktober 2018 15:20
Rektor UMI : Mengajar harus punya SIM

int

MAKASSAR, RAKYATSULSEL.COM – Lembaga Penelitian dan Pengembangan Sumberdaya (LP2S) UMI Makassar, menggelar Pelatihan Peningkatan Keterampilan Dasar Teknik Institusional (Pekerti) Angkatan 12 selama lima hari yakni 1 hingga 5 Oktober di menara UMI.

Kegiatan ini diikuti oleh 26 orang dosen yayasan dan diadakan oleh LP2S.

Dalam sambutannya, Rektor UMI, Prof. Dr. Basri Modding SE. MM. mengatakan, bahwa kegiatan pekerti merupakan kewajiban yang harus diikuti oleh setiap tenaga pengajar.

“Orang yang belum ikut pekerti sebenarnya belum bisa ngajar, Karena pekerti itu dirancang untuk membuat program pengajaran dalam jangka satu semester,” ujarnya, Senin (1/10).

Menurut Guru besar Fakuktas Ekonomi UMI itu, tenaga pengajar harus merancang komunikasi dan keterampilan mengajar. Selain itu, harus mampu terampil dalam menyampaikan materinya.

“Jadi harus punya strategi, apalagi jika mata kuliahnya memerlukan wawasan yang luas, harus terstruktur betul,” tuturnya.

Ia mengibarakatkan sebagai surat izin mengemudi (SIM) kendaraan, bagi dosen sebagai surat izin mengajar.

“Harus mengikuti Pekerti baru dapat mengajar,” pungkasnya.

Sementara itu Ketua Lembaga Penelitian dan Pengembangan Sumberdaya (LP2S) UMI Makassar, Prof. Dr. H. Syahnur Said Ms, menyampaikan rasa Syukur atas korban yang selamat sekaligus turut beruka cita atas korban gempa bumi dan tsunami Donggala-Palu (Sulawesi Tengah).

Menurut dia, pelatihan ini angkatan ke-12, pesertanya tidak penuh karena ini angkatan terakhir.

“Hanya 26 orang yang dikirim dari semua fakultas, itu artinya semua telah mengikuti pekerti,” sebutnya.

Ditambahkan, pelatihan ini senantiasa melakukan evaluasi terhadap peserta, dari kedisiplinan waktu, dari mengikuti materi karena dari sinilah cikal bakal seorang dosen selaku tenaga pendidik.

“Semua pelatihan yang kami selenggarakan disiplin terhadap waktu dan dimohon peserta disiplin mengikuti semua materi,” ujarnya. (*)


div>