KAMIS , 18 OKTOBER 2018

Relawan Indonesia Jokowi Berbagi Takjil di Flyover Makassar

Reporter:

Fahrullah

Editor:

Lukman

Senin , 11 Juni 2018 06:00
Relawan Indonesia Jokowi Berbagi Takjil di Flyover Makassar

Relawan Indonesia Jokowi (Reliji), saat melakukan aksi berbagi takjil kepada para pengendara yang melintas di perepatan Flyover Makassar, Ahad (10/6/2018).

MAKASSAR, RAKYATSULSEL.COM – Sekelompok pemuda dan mahasiswa yang tergabung dalam Relawan Indonesia Jokowi (Reliji), melakukan aksi berbagi takjil kepada para pengendara yang melintas di perepatan Flyover Makassar, Ahad (10/6/2018).

Ketua Kooordinator Wilayah (Korwil) Reliji Sulsel, Munawir, mengatakan ada seratusan lebih paket takjil berupa nasi kotak dan es buah yang mereka bagikan secara gratis sebagai bekal menu berbuka puasa bagi pengguna jalan.

“Ini kita lakukan dalam rangka berbagi berkah di bulan Ramadan. Selain juga untuk meningkatkan ukhwah islamiyah dan sebagai upaya memperkokoh persatuan dan kebersamaan menyambut hari raya yang tinggal menghitung hari,” ungkap Munawir.

Menurut Munawir, saat ini persatuan dan kebersamaan memang harus diperkokoh seiring dekatnya pesta demokrasi yang akan berlangsung secara beruntun, mulai dari Pilkada 2018, disusul pemilihan legislatif, serta pemilihan presiden dan wakil presiden tahun 2019 mendatang.

Reliji sendiri merupakan kelompok relawan yang anggotanya terdiri atas para pemuda, mahasiswa aktivis, dan elemen masyarakat lain yang mendukung presiden Jokowi agar terpilih kembali pada Pilpres 2019. Reliji berdiri pada 1 Mei 2018 dan saat ini dalam tahapan menyiapkan kepengurusan di setiap Provinsi dan kabupaten/kota.

Salah satu Inisator Reliji Sulsel, Rifqi Ismulail, mengungkapkan bahwa para aktivis ini berharap presiden Jokowi terpilih kembali karena keberhasilannya memimpin Indonesia.

“Beliau sudah terbukti, tampil merakyat tapi seorang pemimpin yang berani dalam mengambil keputusan besar, mampu menjaga stabilitas politik dan keamanan, mengatasi masalah ketimpangan yang terjadi selama ini, dan di luar negeri ia pun diakui dan disegani,” terang Rifqi yang merupakan aktivis IMM itu. (*)


div>