RABU , 19 SEPTEMBER 2018

Relokasi Gudang Dalam Kota Terkendala Modal

Reporter:

Armansyah

Editor:

asharabdullah

Jumat , 09 Februari 2018 11:15
Relokasi Gudang Dalam Kota Terkendala Modal

GUDANG DALAM KOTA. Sebuah mobil kontainer yang menjorok ke badan jalan tengah melakukan bongkar muat di salah satu gudang rumahan di Jalan Pasara Cidu, belum lama ini. (Foto : Dok/RAKYAT SULSEL)

MAKASSAR, RAKYATSULSEL.COM – Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kota Makassar mengakui sulitnya merelokasi gudang dalam kota ke pusat pergudangan di Kawasan Industri Makassar (KIMA).

Kepala Disperindag Kota Makassar, Muh Yasir mengatakan bahwa pemindahan gudang ekspedisi ke kawasan Kima tidak semudah yang dipikirkan. Pasalnya pemindahan tersebut membutuhkan cost (harga) yang mahal karena investasinya besar.

“Pindahan itu tergantung investornya, semoga saja investornya dapat rejeki,” ujar Yasir, Kamis (8/2) kemarin.

Muh Yasir juga mengkui posisi gudang dalam kota di Makassar masih dibutuhkan pasalnya hal itu terkait pertumbuhan ekonomi Makassar. “Yang jelas kita upayakan untuk pindah karena ini masalah investasinya orang. Gudang investasinya besar jadi di satu sisi kita ingin mereka pindah, satu sisi mendorong pertumbuhan ekonomi,” kata Yasir.

Sementara itu, Wali Kota Makassar Moh Ramdhan Pomanto mengatakan lambatnya perpindahan gudang dalam kota ke Kawasan Kima Kecamatan Tamalanrea lantaran pembangunan gudang untuk 138 gudang ekspedisi tersebut tersendak.

“Karena mereka kekurangan dana, investornya kekurangan dana, kita coba carikan yang bisa bantu. Menariknya mereka sudah sepakat untuk pindahan kesana (Kima),” ucap Danny.

Ia mengatakan bahwa pihaknya masih berupaya mencarikan partner bisnis untuk membantu masalah kesulitan dana bagi investor. “Saya tidak bisa campur ke dalam, itu urusan swasta tapi untuk mempercepat tidak ada salahnya mencarikan bantuan ke mereka,” ucap Danny.

Sebelumnya, Disperindag Kota Makassar mengklaim sebanyak 138 gudang ekspedisi siap pindah ke kawasan pergudangan di Kelurahan Kapasa, Kecamatan Biringkanaya awal 2018 ini. (*)

 


div>