JUMAT , 21 SEPTEMBER 2018

Relokasi PKL Ditarget Sebelum Ramadan

Reporter:

Armansyah

Editor:

asharabdullah

Selasa , 27 Maret 2018 11:15
Relokasi PKL Ditarget Sebelum Ramadan

kantor balaikota (ist)

* Pemkot Masih Rampungkan SOP

MAKASSAR, RAKYATSULSEL.COM – Pemerintah Kota (Pemkot) Makassar belum melakukan relokasi sejumlah Pedagang Kaki Lima (PKL) yang berada di Masjid Al Markas, Kecamatan Bontoala ke PKL Center Karebosi di Jl RA Kartini. Hal itu disebabkan regulasi pengelolaan PKL Center Karebosi belum rampung.

Kepala Dinas Koperasi dan UKM Kota Makassar, Evi Aprialty mengatakan bahwa relokasi PKL ke PKL Center belum dilakukan lantaran masih dilakukan kajian dan perumusan regulasi dan Standar Operasional Perusahaan (SOP) dalam mengelola sedikitnya 250 lods yang berada di Karebosi.

“Kita masih sementara membuat regulasi berupa SOP, selain itu MoU juga dibuatkan untuk menjadi syarat yang harus dipenuhi di PKL Center Karebosi, masih sementara. Sebelum ramdhan kita usahakan bisa digunakan PKL Center Karebosi,” ujar Evi Aprialty, Senin (26/3) kemarin.

Ia menyebutkan bahwa pihaknya mengutamakan PKL yang berada disekitaran Masjid Al Markas. Namun, pihaknya juga bakal membuka kesempatan kepada PKL lain yang ingin berjualan di PKL Center Karebosi.

“Nanti kita akan komunikasikan lagi kepada Pak Wali mengenai apa yang dikhususkan di PKL Center, apakah kuliner atau kerajinan kah, itu masih menunggu petunjuk Pak Wali, karena disitu kios banyak disediakan,” kata Evi.

Ia mengatakan bahwa sebelum memasuki dan berjualan di PKL Center Karebosi, pihaknya akan menyeleksi seluruh pedagang untuk memastikan apakah mereka benar PKL yang berada di Masjid Al Markas atau bukan.

“Kita akan seleksi. Sebelum masuk makanya kita buatkan MoUnya dan SOP untuk mereka,” kata Evi.

PKL Center Karebosi akan dimasukkan dalam bagian UPTD Bulo pasalnya seluruh PKL yang nantinya berjualan di PKL Center akan dijadikan UKM sehingga PKL tersebut memiliki payung hukum.

“Ternyata UPTD Karebosi dikaitkan dengan UPTD BULo dan nanti PKL itu dimasukkan bagian kecil KakiLimaTa’,” ujar Evi.

Sementara itu, Dinas Koperasi dan UKM Kota Makassar bakal membuka kesempatan bagi para pedagang yang ingin berjualan di kawasan pusat kuliner tersebut.
Staf Bidang UKM Dinas Koperasi Makassar, Yakob mengatakan bahwa kesempatan ini dibuka untuk umum, namun diutamakan bagi penduduk yang berdomisili di Makassar. Pendaftaran akan dibuka hingga akhir April 2018 mendatang.

Yakob menjelaskan pihaknya membatasi jumlah pedagang yang ingin berjualan di kawasan PK5 Center karena stand yang tersedia hanya 250 unit. Ia menyebut ada 200 kouta pendaftar yang dibuka untuk umum dan selebihnya merupakan pedagang yang direlokasi dari sejumlah lokasi.

Bagi masyarakat yang mau mendaftar, dipersilahkan untuk datang langsung ke Kantor dinas koperasi Makassar, kantor pemerintahan Balaikota, di Jl Ahmad Yani.

Pada saat mendaftar, calon pedagang wajib mengisi formulir yang disediakan dengan melampirkan persyaratan yaitu Fotocopy KTP dan Kartu Keluarga (KK), Surat Keterangan Usaha dari lurah setempat dan mencantumkan jenis usaha yang dilakukan bagi calon pedagang yang telah memiliki rintisan usaha sebelumnya. (*)


div>