SENIN , 18 DESEMBER 2017

Rempah-rempah Sulsel Butuh Peremajaan

Reporter:

Editor:

asharabdullah

Senin , 23 Oktober 2017 11:45
Rempah-rempah Sulsel Butuh Peremajaan

Rempah-rempah. (Doc RakyatSulsel)

MAKASSAR, RAKYATSULSEL.COM – Berdasarkan keinginan Kementeri Pertanian RI, bahwa tiga tahun kedepan Indonesia akan mengembalikan kejayaan rempah-rempah. Untuk itu, seluruh perangkat daerah yang membidangi sektor tersebut dituntut untuk lebih memfokuskan peningkatan produksi tanaman hortikultura strategis berupa pala, cengkeh, kakao, kopi, dan sebagainya.

Dinas Perkebunan Pemprov Sulsel terus berupaya meningkatkan produksi beberapa komoditi tersebut. Salah satu upayanya melakukan peremajaan pada beberapa tanaman yang sudah tidak produktif.

Kepala Dinas Perkebunan Sulsel, Firdaus Hasan, mengatakan, saat ini pihaknya sudah melakukan identifikasi di lapangan untuk membuat langkah strategis dalam meningkatkan produksi.

“Lada, pala, dan cengkeh itu kita indentifikasi, supaya bisa menjadikan rempah yang ada kita tingkatkan. Bagaimana menjadikan tanaman yang sakit kemudian diremajakan, kita perbaiki, kita pangkas,” kata Firdaus, belum lama ini.

Dengan upaya itu, ia berharap kedepan produksi komoditi andalan dari sektor perkebunan bisa jauh lebih baik. Kendati begitu, langkah peremajaan, butuh waktu hingga tiga tahun untuk kembali berproduksi.

“Budidaya harus kita lakukan dengan baik, termasuk menjaga dari gangguan hama sehingga bisa menghasilkan produksi besar. Semua komoditi kita seperti lada, kopi, pala, cengkeh, dan lainnya kita harapkan masalah harga bisa lebih baik,” jelasnya.

Sebelumnya, Dinas Perkebunan Sulsel telah membagikan ratusan ribu bibit dan benih tanaman perkebunan secara gratis. Beberapa diantaranya yakni benih dan bibit kakao 360 ribu batang, cengkeh 326 ribu, pala 114 ribu, lada 494 ribu, tebu untuk kebutuhan 107 hektare, kapas 6.510 kilogram, ternak kambing 150 ekor, dan 22.500 kilogram benih jagung. Bantuan tersebut diberikan kepada 1.114 kelompok tani di sentra-sentra perkebunan di Sulsel.


div>