SELASA , 16 JANUARI 2018

Rentetan Teror Menghantui Jelang Pemilukada (3-Habis)

Reporter:

Editor:

rakyat-admin

Rabu , 05 September 2012 11:40
Rentetan Teror Menghantui Jelang Pemilukada (3-Habis)

ILUSTRASI

ILUSTRASI

RAKYAT SULSEL . SERAHKAN  ke proses hukum dan percayakan ke pihak kepolisian untuk mengusut pelaku teror mobil tim sukses kandidat. Itulah harapan beberapa pihak agar rentetan teror pengrusakan mobil tidak merembet kemana-mana.

Juru Bicara Kapal Induk, Jamaluddin Syamsir menimpali pengrusakan mobil, bukan dari imbas perilaku politik yang semakin memanas, dan itu dianggapnya sebagai perilaku kriminal murni yang dilakukan pihak yang sengaja akan merusak tatanan demokrasi jelang Pemilukada Sulsel 2013. “Kami berharap sih masalah ini jangan dijadikan politisasi, sehingga dinamikan perpolitikan di Sulsel akan mencerminkan politik damai. Saya rasa semua pihak juga harus saling menahan diri dan mawas diri untuk menjaga gesekan yang akan mencederai sistem demokrasi di Sulser,” tukas Jamaluddin Syamsir, Selasa (4/9).

Dirinya juga berharap agar pihak kepolisian dan aparat hukum untuk bergerak cepat mengantisipasi adanya pihak luar yang dengan sengaja akan merusak tatanan politik di Sulsel.

Hal senada juga diungkapkan oleh juru bicara Tim Ilham-Aziz (IA), Selle KS Dalle. “Segala kejadian yang murni kriminal agar jangan dipolitisasi agar tidak berdampak pada rusaknya citra perpolitikan di Sulsel,” tandasnya.

Wakil Ketua  DPRD Sulsel, Andry S Bulu  yang juga merupakan tim pemenangan IA menganggap semua pihak harus menahan diri. Jangan ada saling tuding. Biarkanlah aparat hukum yang akan menyelesaikan masalah yang murni kriminalitas. “Kami di Tim IA senantiasa meminta kepada semua simpatisan maupun relawan untuk tidak melakukan hal yang bisa kontra produktif kepada pasangan IA. Kami akan berjuang dengan mengedepankan program kerja untuk rakyat Sulsel,” imbuhnya.

Begitupun dengan strategi pemenangan. Menurut dia, semuanya harus dilaksanakan dengan politik yang cerdas dan santun. “Semoga ini bisa meminimalisir potensi negatif di pilgub,” harapnya.

Tanggapan juga datang dari pengamat politik Unhas, Dr Adi Suryadi Culla yang menilai kerusakan yang terjadi, baik itu kendaraan tim sukses atau para pendukung, kerusakan baliho, posko dan alat kampanye adalah tindakan menyimpang. Sebab, katanya, pengrusakan itu adalah pengrusakan simbol politik, dan tentunya tindakan itu, keluar dari pilkada damai yang diinginkan bersama.

Culla menilai, tindakan itu sudah melampaui batas kewajaran dan dianggap sebagai tindakan keterlaluan. Dosen Ilmu Politik Unhas ini melihat perang simbolik yang selama ini terjadi sudah bergeser pada anarkisme politik atau tindakan destruktif dalam berpolitik.

Baginya, kontestan politik pilgub yang tak bisa dielakkan antarkandidat menimbukan perang simbolik ini bermata dua sebab di satu sisi menciptakan demokrasi yang sehat dan pendidikan politik yang mencerdaskan dan mendewasakan. Namun di satu sisi perang simbolik ini melahirkan sentimen politik masing-masing sehingga memunculkan pihak yang terancam, sehingga pada akhirnya memunculkan tindakan yang menyimpang.

Namun ini, katanya, terkait pelembagaan politik tim sukses yang lemah, yaitu kontrol dan manajemen massa yang kurang baik dari para kandidat. “Bisa juga kontrol dan perilaku itu tidak terjadi karena banyaknya gerakan spontanitas dan munculnya relawan-relawan yang memiliki fanatisme yang tak terkontrol pula,” jelasnya.

Di sisi lain, Culla menginginkan politik yang berlangsung adalah mengedepankan etika, dan itu sebetulnya prinsip demokrasi bagi Culla masyarakat mesti membantu dan bekerjasama. Sebab apapun pilihan masyarakat, masyarakat tidak boleh membiarkan situasi dalam keadaan kacau. Sebab, jika membiarkan terjadi adu domba atau kesempangsiuran isu, itu akan membuat beberapa pihak dapat mengambil keuntungan dari kejadiaan ini.

Sebelumnya, Devo Khaddafi yang juga keponakan Syahrul Yasin Limpo melapor ke Polsekta Panakukang atas pengrusakan mobil Mercedez Benz A180 yang terparkir di garasi rumahnya, Kompleks Boungeville, Panakukang. Langkah Devo melaporkan ke pihak kepolisian juga diikuti korban lainnya, Ian Latanro. Koordinator pemenangan kandidat di Kabupaten Enrekang ini melaporkan ke pihak kepolisian atas pengrusakan mobil Extrail miliknya. Sementara seorang tim pemenangan mengaku, ban mobilnya hilang. Ironisnya, empat ban mobil jenis Avanza keluaran terbaru semua raib. (RS11-RS6/D)


Tag
div>