SABTU , 20 OKTOBER 2018

Resmi Dilantik, Pengurus Baru Himabio FKIP UMMA Dituntut Lebih Kritis

Reporter:

Iqbal

Editor:

asharabdullah

Sabtu , 28 Juli 2018 17:00
Resmi Dilantik, Pengurus Baru Himabio FKIP UMMA Dituntut Lebih Kritis

Pengurus Himpunan Mahasiswa Biologi (Himabio) Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Muslim Maros (UMMA) Periode 2018-2019 resmi dilantik di Aula Kampus 1 UMMA, Sabtu (28/7/2018). (Iqbal/RakyatSulsel)

MAROS, RAKYATSULSEL.COM – Pengurus Himpunan Mahasiswa Biologi (Himabio) Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Muslim Maros (UMMA) Periode 2018-2019 resmi dilantik di Aula Kampus 1 UMMA, Sabtu (28/7/2018).

Pelantikan yang mengusung tema “Mewujudkan Generasi yang Kritis Dengan Semangat Berorganisasi” tersebut dipimpin langsung oleh Wakil Dekan II Bidang Administrasi dan Keuangan, Ince Nasrullah, S.Pd., M.Hum.

Ketua umum yang baru saja dilantik, Muhammad Akmal mengatakan, jika organisasi adalah laboratorium pencetak generasi bangsa, dan tentunya semangat berorganisasi itu harus dimunculkan oleh setiap anggotanya.

“Organisasi, dalam hal ini salah satunya adalah Himabio, yang merupakan salah satu laboratorium pencetak generasi bangsa, dan tentunya semangat berorganisasi itu mesti kita munculkan, agar kita menjadi generasi yang memiliki integritas, utamanya setelah pelantikan ini semua pengurus dapat berintegritas demi Himabio yang lebih baik ke depannya.” Ujarnya, Sabtu (28/07).

Pada kegiatan yang dirangkaikan dengan peringatan milad ke-14 Himabio tersebut, Akmal (Sapaan akrab Muhammad Akmal) berharap semua elemen dalam Himabio dapat mengingat sejarah lembaganya.

“Pada milad yang ke-14 ini, tentunya kita harus mengingat sejarah, umur dan eksistensi organisasi ini. Dengan memeringati milad, kita akan mengingat bahwa Himabio telah menunjukkan eksistensinya selama 14 Tahun, dan sudah menjadi tanggungjawab kita untuk seminimal mungkin dapat mempertahankan dan memajukan eksistensi tersebut.” Ungkapnya.

Pada kesempatan yang sama, Ketua Umum BEM FKIP UMMA, Rezki Amalia berpesan, jika para pelaku organisasi semestinya tak hanya sekadar kritis melalui ucapan, tetapi tindakan lebih perlu.

“Pesan saya, untuk adik-adik di Himabio selaku orang-orang organisatoris, tentunya harus kritis sesuai tema yang diangkat, akan tetapi ingat, kritis yang dimaksudkan tak sekadar lewat ucapan saja. Yang paling penting itu adalah dibuktikan melalui tindakan yang bermanfaat.” Tuturnya.

Senada, Wakil Dekan II FKIP UMMA, Ince Nasrullah, S.Pd., M.Hum menyampaikan, jika sosok mahasiswa yang berkecimpung dalam dunia organisasi memang dituntut untuk kritis, akan tetapi kritis pada hal hal yang membangun organisasi dan kampus itu sendiri.

“Kritis tentu saja harus dilakukan oleh teman-teman yang berkecimpung dalam lembaga, salah satunya di Himabio. Akan tetapi teman-teman sekalian jangan hanya kritis terhadap kebijakan-kebijakan saja, melainkan kritislah melihat kondisi saat ini. Lakukanlah hal-hal yang dapat membangun lembaga dan membesarkan nama kampus dan tentu saja bermanfaat bagi masyarakat,” tutupnya. (*)


div>