SENIN , 20 AGUSTUS 2018

Reuni Pellegrini, Atletico Bangga Jumpa Munchen

Reporter:

Editor:

rakyat-admin

Sabtu , 16 April 2016 06:00
Reuni Pellegrini, Atletico Bangga Jumpa Munchen

int

NYON – Pengundian atau drawing laga semifinal Liga Champions 2015-2016 telah usai dilaksanakan di markas UEFA di Nyon, Swiss, Jumat (15/4). Hasilnya, Manchester City akan berhadapan dengan Real Madrid, sementara Atletico Madrid bersua favorit juara Bayern Munchen.

Untuk laga Manchester City melawan Los Galacticos diprediksi bakal berlangsung seru. Laga itu akan menjadi momen Pellegrini untuk kembali ke Santiago Bernabeu. Pellegrini pernah menjadi pelatih di sana pada musim 2009/2010. Dialah yang mendatangkan sederet pemain top Madrid saat ini: Cristiano Ronaldo dari Manchester United, Karim Benzema dari Lyon dan Xabi Alonso dari Liverpool.

Tapi, dengan sederet pemain bintang itu Pellegrini tak meraih apapun di akhir musim. Pellegrini ‘hanya’ membuat Madrid sebagai tim yang paling produktif dengan mencatat 102 gol di La Liga. Pellegrini juga tercatat membuat Madrid meraih rasio kemenangan terbaik di liga dengan 31 menang, dan cuma tiga kali seri, serta empat kali kalah. Posisinya digantikan digantikan Jose Mourinho kemudian.

Dari catatan UEFA, City dan Madrid hanya pernah bertemu, yakni pada babak penyisihan grup musim 2012/2013. Kala itu, Madrid menang 3-2 di kandang dan kemudian imbang di markas City.

Dalam perjalannya, Madrid lolos ke babak knock out sebagai runner-up grup bersama Borussia Dortmund. Sementara The Citizens menjadi juru kunci grup dengan tak pernah menang dari enam laga yang dilakoni.

Bagi City, semifinal itu menjadi laju terjauh mereka di Liga Champions. Sebelumnya mereka hanya mampu sampai di babak 16 besar. Leg pertama digelar di Etihad Stadium pada 26 April mendatang sebelum gantian menjamu di Santiago Bernabeu pada 4 Mei.

[NEXT-RASUL]

Real Madrid jelas bakal lebih diunggulkan saat menghadapi Manchester City di semifinal Liga Champions. Namun, belajar dari pengalaman musim lalu saat jumpa Juventus, Madrid tak mau besar kepala.

City dan Madrid pernah dua kali bertemu di fase grup musim 2012/2013. Madrid menang 3-2 di kandang sendiri sebelum berimbang 1-1 di markas City.

Dengan performa yang sedang menanjak sejak ditangani Zidane, Madrid jelas optimistis untuk bisa melewati City dan lolos ke final. Meski demikian, Madrid diminta tak anggap remeh lawannya tersebut.

Musim lalu, Madrid selaku juara bertahan juga menghadapi situasi sama. Menghadapi Juve yang relatif tak diunggulkan, Los Blancos tersingkir.

“Akan jadi laga yang sangat seimbang. Kita membicarakan soal dua klub yang punya pemain bintang,” ujar Direktur Madrid Emiliano Butragueno seperti dikutip Soccerway.

“Manchester City adalah lawan yang sangat berbahaya dan mereka akan sangat termotivas. Kami harus tampil pada performa terbaik di dua laga tersebut jika ingin lolos ke final.” tegasnya.

[NEXT-RASUL]

“Saya ingat ketika kami mengira beruntung bisa terhindar dari Barcelona musim lalu dan kami malah disingkirkan Juventus. Ini akan jadi duel yang sangat sulit,” tutupnya.

Sementara Atletico Madrid merasa tersanjung bisa berjumpa raksasa Eropa seperti Bayern Munich. Maka dari itu, Atletico bakal berusaha tampil sebaik mungkin demi merebut tiket ke final.

Leg pertama dihelat di Vicente Calderon pada 27 April sebelum gantian melawat ke Allianz Arena pada 3 Mei. Melihat dari kualitas skuat saat ini, jelas Bayern lebih diunggulkan mengingat mereka punya segudang permain berkualitas.

Sementara, Atletico di bawah Diego Simeone memang lebih mengandalkan kolektivitas para pemainnya. Apalagi dari sisi sejarah di kompetisi ini, Bayern adalah pemegang lima trofi Liga Champions dengan salah satunya mengalahkan Atletico di final tahun 1974.

“Bagi saya merupakan kehormatan bisa mewakili Atletico Madrid dan fans mereka di semifinal Liga Champions melawan klub seperti Bayern Munich,” ujar Manajer Umum Klub, Clemente Villaverde, seperti dikutip Soccerway.

“Saya senang mendengar fakta itu dan juga bahagia bisa tampil di semifinal kompetisi ini. Atletico Madrid sudah menunjukkan daya tahan mereka untuk menghadapi laga-laga seperti ini dalam kompetisi ini dan kami berharap bisa mempertahankannya,” sambungnya.

[NEXT-RASUL]

“Dua laga semifinal ini akan ketat karena empat tim yang ada di sini berarti sudah menunjukkan kapasitas mereka untuk bisa ada di fase ini. Ada dua laga semifinal yang penting dan sangat terbuka nantinya. Ada kans juga mengulangi final sesama klub Spanyol tahun 2014,” jelasnya.

“Sudah ada bukti kalau segalanya bisa berubah cepat hanya dalam dua laga. Yang Anda harus lakukan adalah menganggap setiap laga seperti final,” paparnya.

“Setiap laga berbeda. Kami harus mempertahankan gaya kami dan melakukan apa yang kami lakukan di setiap pertandingan,” tutupnya.

Leg pertama digelar pada tanggal 26 April dan 27 April serta leg kedua dihelat pada 3-4 Mei. Pemenang dari masing-masing semifinal akan berjumpa di final yang dihelat di San Siro 28 Mei mendatang. (int/uki)


Tag
div>