MINGGU , 19 AGUSTUS 2018

Rhoma Tak Datang, Pendukung Sumanga’Na Rusuh di Lapangan Hitam

Reporter:

Jejeth Aprianto

Editor:

Ridwan Lallo

Rabu , 11 April 2018 18:12
Rhoma Tak Datang, Pendukung Sumanga’Na Rusuh di Lapangan Hitam

int

BANTAENG, RAKYATSULSEL.COM – Sejumlah pendukung pasangan calon Bupati Bantaeng, Andi Sugiarti Mangun Karim-Andi Mappatoba (Sumanga’NA) mengaku kecewa di kampanye akbar pasangan nomor urut dua ini.

Penyebabnya, janji untuk mendatangkan artis Rhoma Irama tidak terealisasi dalam kampanye itu.

Salah seorang warga Tappanjeng, Heri mengaku kecewa karena Rhoma Irama tidak datang dalam kampanye itu. Padahal dia sudah menunggu sejak pagi hari. Belum lagi terik matahari di Lapangan Hitam cukup menyengat, Rabu, (11/4).

“Tidak ada ji, dari pagi saya tunggu-tunggu tidak datang. Pemberi harapan palsu ji, baru calon bupati sudah tukang janji, bagaimana mi kalau jadi bupati,” ungkap Heri.

Dia mengaku mendapatkan kabar jika tim Sumanga’NA akan menghadirkan Rhoma Irama di kampanye itu melalui media sosial dan media massa yang disebarkan oleh tim Sumanga’Na. Dia mengaku kecewa dengan sikap pasangan Sumanga’Na yang ingkar terhadap janji itu.

Kampanye yang digelar pasangan Sumanga’Na juga berujung kerusuhan. salah satu simpatisan jadi korban pengeroyokan simpatisan yang lain. Pendukung pasangan Sumanga’Na terlihat saling kejar di lapangan hitam.

Saat itu, Vicky Irama sedang menyanyikan lagu berjudul bujangan. Para simpatisan saling bersenggolan lalu terlibat baku pukul. Beruntung polisi dengan sigap mengamankan para simpatisan hingga situasi cepat kondusif.

Kapolres Bantaeng, AKBP Adip Rojikan mengakui telah mendengar kabar itu. Meski demikian, dia masih menunggu laporan dari para personil Polres Bantaeng yang bertugas di Lapangan.

Juru bicara Sumanga’NA, Andi Sultan mengklaim telah mengerahkan 35.000 simpatisan dan pendukung. Soal tidak hadirnya Rhoma Irama, dia enggan berkomentar.

Paur Humas Polres Bantaeng, Bripka Sandri juga membenarkan adanya perkelahian di lokasi kampanye Sumanga’NA. Kasus ini masih dalam proses penyelidikan Polres Bantaeng.

“Ia ada, korban juga tidak tahu, hanya karena kesalah pahaman saja,” tutupnya. (*)


div>