RABU , 12 DESEMBER 2018

Ribut Soal Nomor Urut, Gerindra Sulsel Abaikan Pesan Prabowo

Reporter:

get_the_user_login

Editor:

Lukman

Jumat , 03 Agustus 2018 14:40
Ribut Soal Nomor Urut, Gerindra Sulsel Abaikan Pesan Prabowo

Pengurus DPD Gerindra Sulsel. (ist)

MAKASSAR, RAKYATSULSEL.COM – Nomor urut bagi calon anggota legislatif masih dianggap penting bagi kader partai politik yang akan bertarung pada Pileg 2019 mendatang.

Tiap caleg saling berebut untuk bisa dapat nomor urut teratas dengan tujuan lebih mudah dipilih rakyat. Pada hal nomor urut bukan penentu utama kemenangan sang calon wakil rakyat.

Sebut saja Partai Gerindra. DPD Partai Gerindra Sulsel bahkan disebut telah mengabaikan permintaan ketua umumnya, Prabowo Subianto. Prabowo Subianto sebelumnya berpesan agar menempatkan caleg petahana baik DPRD provinsi dan kabupaten/kota pada urutan pertama atau nomor urut satu.

Kenyataannya, dua legislator Sulsel Partai Gerindra tidak kebagian nomor urut satu. Mereka adalah Yusran Sofyan dan Hj Henny Latif Lukas.

Yusran Sofyan yang saat ini menjabat sebagai Wakil Ketua DPRD Sulsel hanya ditempatkan pada nomor urut 4 dari 6 Bacaleg Gerindra di Dapil V Sulsel yang meliputi Kabupaten Bulukumba dan Sinjai.

Henny Latif yang tercatat sebagai anggota Komisi C DPRD Sulsel langsung melakukan protes atas nomor urut 2 yang diberikan kepadanya. Heny pun menemui LO Gerindra di KPU Sulsel.

Henny mengaku bukan pada soal nomor urut, namun pada soal harapan Prabowo Subianto. “Pak Prabowo berharap caleg petahana itu nomor urut satu. Tapi buat saya bukan nomor urut yang menjadi dasar keterpilihan seseorang, tetapi profil dan kerja nyata, serta amanah terhadap rakyat,” ujar Henny yang maju di Dapil VIII meliputi Kabupaten Soppeng dan Wajo.

Wakil Sekretaris DPD Aksi Kesetiakawanan Indonesia Raya (AKSIRA) Sulsel, Edhy mengatakan peristiwa ini tentu menimbulkan tanda tanya besar di masyarakat tentang mekanisme Partai Gerindra Sulsel dalam mengakomodir kader-kader loyalisnya.

Hal ini kata dia, bisa berdampak pada kepercayaan masyarakat terhadap partai besutan Prabowo Subianto itu. “Apa yang dialami Yusran Sofyan sangat memprihatinkan. Semestinya beliau sebagai kader murni dan petahana mendapat prioritas tempat dalam susunan bacaleg di partainya,” ujar Edhy.

Menurutnya, hal ini menjadi orientasi buruk serta gelagat transaksional dalam penentuan nomor urut calon legislatif. “Tak ada lagi pertimbangan loyalitas, elektabilitas dan kapabilitas,” tambahnya.

Aksi Kesetiakawanan Indonesia Raya (AKSIRA) Sulsel sendiri merupakan sayap Partai Gerindra.

Juru Bicara Partai Gerindra, Syawaluddin Arief yang dikonfirmasi menegaskan jika nomor urut caleg tidak bisa lagi di rubah. “Sudah sesuai semua soal nomor urut dan semuanya tidak bisa di rubah,” singkat Syawal. (*)


div>