RABU , 22 AGUSTUS 2018

Rihlah Ziarah di Gowa Ashabul Kahfi, Kota Kuno Epesus & Hierapolis Turki

Reporter:

oleh : Dr.H.M.Ishaq Shamad, M.A

Editor:

rakyat-admin

Rabu , 13 Desember 2017 11:48
Rihlah Ziarah di Gowa Ashabul Kahfi, Kota Kuno Epesus & Hierapolis Turki

int

Hari ketiga Rihlah Ziarah Rektor UMI Prof.Dr.Masrurah Mokhtar dan rombongan di Turki dengan berkunjung ke Gowa Ashabul Kahfi. Pemuda di dalam gowa ini dikisahkan di dalam Al-Qur’an Surah Al-Kahfi. Tiga orang pemuda yang tidur selama lebih dari 300 tahun di dalam Gowa, tetapi mereka merasa hanya tidur sehari. Namun setelah mereka keluar dari Gowa dan berbelanja di masyarakat, ternyata mereka baru sadar bahwa sudah lama sekali tidur di Gowa tersebut.

Sebelum ke Gowa Ashabul Kahfi, rombongan UMI berkunjung ke Kota Kuno Epesus. Disini terdapat reruntuhan kuil Trayanus, Istana Kastil, dan perpustakaan megah.

Menurut M.Emre lokal ziarah guide, Epesus ini sebagai kota kuno terbesar di dunia. Ini adalah reruntuhan kekaisaran Romawi. Disini terdapat reruntuhan gedung perpusatakaan dua lantai yang megah. Dulu di dalamnya berisi gulungan-gulungan kertas yang terbuat dari kulit sapi dan kulit kerbau. Dinding perpustakaan di bagian dalam berisi dinding kayu agar gulungan buku tidak lembab, jelasnya.

Dikatakan bahwa kota kuno ini juga dibangun dengan memiliki theater yang kapasitasnya sebanyak 25 ribu orang yang dibangun sejak 360 Sebelum Masehi. Gedung teater ini sebagai tempat gladiator beradu kekuatan di depan Kaisar Romawi. Disini juga ada bekas bangunan bendungan yang berada diantara dua gunung. Disini simbol agama Kristen seperti Piza yang dipakai orang Kristen.

Di dalam Kota kuno ini ada bekas pasar Agora dan ada dewan kota serta istana walikota. Disini juga ada kuil untuk tempat lelang atau stock market. Setelah penduduk Romawi menganut Kristen, maka ada banyak simbol kristen dari abad ke-5 atau tahun 400 Masehi. Namun setelah abad ke-8, mereka tinggalkan kota ini setelah ada gempa bumi dan kedatangan umat Islam.

Selanjutnya rombongan Rektor UMI ziarah ke Kota Tua Pamukkale Hierapolis. Hierapolis adalah kota suci yang dibangun sebelum abad ke-2 Masehi. Juga ada theater dengan kapasitas daya tampung 1000 orang. Ada juga air panas yang dianggap suci serta kolam-kolam air panas alami. Bahkan dipercaya Cleopatra pernah mandi di kolam ini.

Setelah abad ke 8 Masehi, mereka tinggalkan kota tua ini setelah Islam datang. Disini ada air panas dan saat itu banyak orang yang datang ke Kota ini karena diangggap air panas tersebut dapat menyembuhkan penyakit. Namun dakwah Islam dan kemajuan ilmu pengetahuan telah menghilangkan mitos tersebut.

Kota tua Hierapolis dikenal juga Cutton Castil (kastil kapas) karena air panas belerang yang mengalir menjadikan batu-batu gunung berwarna putih seperti kapas dan di daerah sekitar kota tua saat ini sebagai penghasil kapas terbaik di Turki, kata Vincent, tour guide Tur Ez sebagai official guide rombongan UMI selama di Turki.

Penjelasan di atas menunjukkan dakwah Islam telah berhasil di Turki, namun tetap menjaga Kota Kuno yang menjadi tempat pariwisata banyak penganut agama dari berbagai negara.


Tag
div>