SABTU , 18 AGUSTUS 2018

Rihlah Ziarah ke Danau Garam dan Museum Kemal Attaturk

Reporter:

Dr.H.M.Ishaq Shamad, M.A

Editor:

asharabdullah

Sabtu , 16 Desember 2017 18:45
Rihlah Ziarah ke Danau Garam dan Museum Kemal Attaturk

Rektor UMI dan rombongan di Turki (15/12) dengan ziarah di Danau Garam, dan Museum Attaturk di Angkara, ibu Kota Turki. ist

Hari Keenam Rihlah Ziarah Rektor UMI dan rombongan di Turki (15/12) dengan ziarah di Danau Garam, dan Museum Attaturk di Angkara, ibu Kota Turki.

Danau garam alami di Tuz Galu ini seluas mata memandang dengan kedalaman garam beku 3 meter. Menurut M.Emre, ziarah guide, danau garam ini khusus dijadikan tempat pariwisata. Sedangkan pabrik pengolah garam berada jauh dari lokasi ini. Dikatakannya garam yang dikonsumsi rakyat Turki berasal dari tempat ini, jelasnya.

Selanjutnya rombongan UMI berkunjung ke Angkara, ibu Kota Turki. Di tengah kota terletak sebuah museum dan kuburan Attaturk yang dikenal dengan nama Anit Kabir. Attaturk bagi rakyat Turki sangat dikagumi dan dijadikan bapak bangsa Turki.
Ia lahir di Selanik, negeri Yunani. Walaupun penduduk Selanik seperti juga Istambul 95% orang Turki.

M.Emre menjelaskan Turki Usmani pernah menaklukkan Yunani, Bulgaria, atau sekarang dikenal Balkan sampai tahun 1913. Namun dalam perang Balkan, Kekaisaran Rusia, Serbia, dan beberapa negara lainnya bersekutu melawan kesultanan Turki, jelasnya.

Attaturk sudah yatim sejak umur 3 tahun. Ia masuk sekolah militer karena gratis. Ia miskin bersama Ibu dan adik perempuannya. Karena itu, ia mau jadi kuat. Banyak sekali buku tentang Attaturk. Ia wafat pada umur 57 tahun.

Perang demi perang dilakukan rakyat Turki. Sekitar 1 juta orang Islam Turki Syahid. Bahkan dalam perang Balkan, seakan terjadi pembersihan orang Turki, Karena mereka tidak mau hidup dengan orang Turki, jelasnya.

Namun ketika Sultan Mehmet berkuasa pada tahun 1460 semuanya dikuasai termasuk pulau-pulaunya.

Pada tahun 1908 – 1923 sejarah Turki dalam keadaan sulit dan selalu berperang. Tahun 1908 -1911 Turki berperang dengan Lybia dan Perang Balkan 1914 ketika Perang Dunia pertama dimulai. Turki juga ikut pada perang dunia tersebut.

Kesulthann Usmaniah, Sulthan Mehmet ke 5 dekat dengan Rusia. Saat perang.beberapa wilayah Turki dikuasai musuh. Yunani masuk ke Angkara dari Izmir, Francis masuk dari Suriah. Oleh karena itu semua orang Turki ikut berperang, layaknya perang sipil, jelasnya.

Namun demikian, banyak negara ikut membantu Attaturk. Bahkan ada penduduk Aceh yang mengirim banyak uang ke Attaturk. 75 persen dana tersebut untuk dana perang dan 25 persen digunakan untuk mendirikan Bank Bankaz, yang saat ini sebagai bank yang paling besar di Turki. Padahal dana awalnya berasal dari rakyat Aceh- Indonesia, sebut Emre.

Dikatakannya, Rusia juga ikut membantu Attaturk. Walaupun Rusia komunis, tetapi saat Attaturk bertemu Lenin, maka Attaturk mendukung komunis dan menyatakan bahwa musuh bersama adalah kaum Imperialis Inggeris, Francis, dll. Untuk itu Rusia juga mengirim uang membantu Turki. Bahkan Rusia mengancam negara lain yang mau menentang Kesultanan Usmaniah, maka Rusia akan ikut membela Turki.

Namun demikian Sultan Mehmet ke-6 tidak bisa membantu Attaturk, karena di Anatolia banyak tentara Inggeris dan Francis. Karena itu setelah perang kemerdekaan Turki. Orang Barat berpikir Sultan tidak bisa tinggal di Turki karena ia tidak ikut andil dalam merebut kemerdekaan Turki. Akhirnya setelah perang, keluarga kerajaan Usmaniah pergi ke Inggeris dan tidak mengambil sedikitpun dari Turki. Mereka kemudian datang seperti turis. Sebab jika mereka tinggal di Turki dianggap berbahaya untuk membuat negeri baru.

Dikatakan setelah Turki butuh khalifah, maka Abd. Majid, adik Sultan diangkat sebagai khalifah, tetapi ia tidak ikut berpolitik. Ia tinggal di Istambul tahun 1924. Namun akhirnya dia juga pindah ke Inggeris, karena dia pikir Turki seperti Usmaniah. Namun bahaya juga karena akhirnya Turki menjadi sekuler seperti sekarang ini, jelasnya.

Banyak yang suka Turki sekuler tetapi ada juga yang bilang tidak mungkin, karena rakyatnya 98% Islam. Karena itu jika ingin membangun negeri Turki yang baru. Mereka tahu negeri Turki harus memiliki teknologi seperti Barat.

Awalnya populasi Turki hanya 19 ribu orang, karena semua ikut perang. Namun negeri baru Turki tidak ada lagi perang. Karena itu semua orang Turki sangat suka dengan Attaturk. Ia seperti Soekarno di Indonesia.

Ada 4.500 buku tentang Attaturk. Ia mulai ikut perang tahun 1909 di Italy. Pokoknya hidupnya selalu dengan perang, sampai perang kemerdekaan Turki. Ia wafat tahun 1938. Orang Turki kemudian membangun makam yang besar untuk dia. Dia yang memberi kebebasan dari Inggeris, Francis dan Italy.

Orang.Turki mengumpulkan uang untuk membangun tempat peristirahatan terakhir Attaturk, dilengkapi museum yang dkunjungi hari ini. Sangat megah dan luas. Banyak pengunjung dari berbagai negara, termasuk Rektor UMI dan rombongan. (*)


div>