SABTU , 18 AGUSTUS 2018

Rihlah Ziarah ke Dinasti Seljuk

Reporter:

oleh : Dr.H.M.Ishaq Shamad, M.A

Editor:

Nunu

Selasa , 12 Desember 2017 16:44
Rihlah Ziarah ke Dinasti Seljuk

int

Rektor UMI Prof.Dr.Masrurah Mokhtar, M.A bersama rombongan pejabat UMI Bidang Dakwah dan Kampus Islami berziarah ke Kota Izmir, kota terpadat ketiga dan Kota Kusadasi sebagai Kota sejarah Dinasti Saljuk pada hari kedua kunjungan di Turki (11/12).

Lokal Rihlah Ziarah Guide, M. Emre menjelaskan Islam dan Turki bersentuhan dalam perang.  Namun Islam secara pelan-pelan menjadi agama rakyat Turki selama 300 tahun, jalasnya. Populasi orang Turki banyak sekali, termasuk orang dari Iran, sehingga sejumlah orang Turki menjadi Syiah. Selain itu tahun 1071 terjadi perang di Anatolia, sehingga banyak orang Kristen, termasuk penduduk Rumi, orang Kristen yang tinggal di Anatolia, menjadi bagian dari Kekaisaran Romawi. Namun Islam datang dan lahirlah seorang tokoh Islam yang terkenal bernama Jalaluddin yang tinggal di Kota Rumi, sehingga ia lebih dikenal dengan nama Jalaluddin Rumi.

Walaupun Jalaluddin Rumi berasal dari Afganistan, tetapi ia lahir disana. Sesudah Perang 1071, ia mulai tinggal di Turki di bawah kekuasaan Romawi Timur. Disinilah mulai orang Turki menetap di kota-kota, sebelumnya berpindah-pindah tempat.

Rombongan Rektor UMI juga ziarah di bekas kerajaan Troya, dan masih ada bekas patung kuda troya yang digunakan saat pembuatan film Troya yang menjadi film Box Office.

Selanjutnya ziarah ke kota Pergamon yang dibangun oleh Alexander the Great. Kota ini dikenal dengan banyak mitos tentang Dewa-Dewi orang Yunani. Eumenes pertama menjadi kota kuat.  Menurut orang Yunani Heracles punya anak bernama Telepos, seorang jenderal yang sangat kuat dan berperang dengan Amazon, dimana penduduknya hanya kaum perempuan, karena semua anak laki-laki dibunuh saat kecil  di Amazon. Namun Telepos akhirnya menikah dengan Ratu Amazon dan membangun Kota Pergamon yang dibangun 300 tahun sebelum Masehi. Di Kota tua ini masih terdapat peninggalan reruntuhan Istana yang berada di puncak ketinggian 360 m, dapat dijangkau dengan kereta gantung selama 15 menit. Tempat ini disebut Bergama Akropolis. Rombongan Rektor UMI menyempatkan naik kereta gantung dan menikmati pemandangan yang indah, namun cuaca sangat dingin sekitar 5-7 derajat celcius. Disini juga dipercaya ada kuburan Zeus (ayah Hercules).

Selanjutnya Rektor UMI dan rombongan ziarah ke Masjid Camii di pinggiran Kota Izmir, sebagai tempat para turis asing yang berkunjung ke Pergamon melaksanakan ibadah shalat. Masjid ini digunakan selain untuk shalat dan pengajian, juga digunakan sebagai tempat penyelenggaraan jenazah. Bahkan sebagai tempat diskusi untuk menyatakan pendapat mengenai masalah umat Islam dunia. Salah seorang jamaah bernama Muhammad Turzen dan istrinya Zahra mengemukakan pendapatnya tentang kasus Yerusalem di Palestina. Keduanya ikut melaknat pernyataan Donald Trump tentang ibukota Yerusalem yang dijadikan sebagai ibukota Israel.

Menurut Muh. Emre, Kota Izmir berpenduduk sekitar 4 juta orang dan kota ini salah satu Kota tua. Dulu pernah dikenal Ionia sebagai bagian dari 12 kota Yunani. Namun setelah abad 12 atau tahun 1350 Masehi ditaklukkan kota Sumirna, termasuk Kota Izmiz. Tahun 1350, di Kota Izmir, orang Yunani dan Turki tinggal bersama. Namun setelah perang kemerdekaan Turki, wilayahnya terbagi dua, maka lahirlah Republik Turki dan Kerajaan Yunani dengan wilayah tersendiri berpisah dengan wilayah Turki. Sekitar 700 ribu orang Islam datang dan berdakwah di wilayah ini,  dan akhirnya saat ini ada sekitar 95% orang Islam di Kota Izmiz, dan menjadi kota paling modern di Turki, jelasnya.

Di Kota Izmiz ini terdapat kampus, bernama Universitas Ede Izmiz. Kampus ini yang paling populer di Turki, dimana Emre menyelesaikan kuliah jurusan tour guide, jelasnya.

Selanjutnya Rektor UMI dan rombongan ziarah ke Kota Seljuk kerajaan Islam. Dulu Kota ini disebut Epsusu yang dibangun 300 tahun Sebelum Masehi.  Kota tua ini dikenal paling besar dan paling kaya di Kekaisaran Romawi. Masih ada kastil disini dipakai untuk pertahanan dan keamaan kota dengan benteng besar yang tinggi dan kuat. Emre menjelaskan, setelah Islam berkuasa, maka pada tahun 1905 kastil ini dibangun lebih besar oleh Sultan Abdul Hamid 2, jelasnya.

Populasi kota ini sekitar 36 ribu orang. Penduduknya banyak berkebun apel, anggur dan buah jeruk, termasuk kebon kol, kapas, dll. Bahkan para penduduk disini hidup kaya dan sejahtera karena Seljuk-Kusadasi ini menjadi pusat pariwisata dengan mengunjungi Kota Kuno. Bahkan disini ada tempat bunda Maria (ibu Nabi Isa a.s), yang rumahnya di Epesus, serta menjadi salah satu dari 7 keajaiban dunia. Karena itu pengunjungnya bukan hanya orang Islam, tetapi juga non muslim.

Disinilah keunggulan dakwah Turki, dimana toleransi dan saling menghargai sangat dijunjung tinggi, sehingga tercipta kemajuan dan kemoderenan. Namun tidak meninggalkan sejarah dan peradaban masyarakatnya.


Tag
div>