JUMAT , 19 JANUARI 2018

Riskan, Garuda’Na Ditinggal 4 Parpol

Reporter:

Editor:

rakyat-admin

Sabtu , 22 September 2012 10:59

RepublikaN Jadi Penentu, Hari Ini KPU Umumkan Hasil Verifikasi

 

 

MAKASSAR – Posisi pasangan Andi Rudiyanto Asapa-Andi Nawir (Garuda’Na) untuk lolos verifikasi di Komisi Pemilihan Umum (KPU) sebagai calon gubernur sepertinya makin riskan saja. Ini karena partai politik pendukungnya mulai rontok satu per satu. Hingga malam tadi, sudah empat parpol yang semula menjadi bagian dari sayap Garuda’Na, gugur dan dinyatakan milik pasangan IA.

Keempat parpol yang lepas dari Garuda’Na itu masing-masing PPDI (1,14%), PNI Marhaenisme (0,32), Pelopor (0,84), dan PSI atau Nasrep (0,51). Ini berarti, jumlah dukungan Garuda’na tersisa 15,19 persen dari 18,00 persen suara yang diperoleh dari 21 parpol dukungan. Cukup riskan. Apalagi, KPU masih belum memverifikasi satu parpol lagi, yaitu RepublikaN yang memiliki suara 1,57 %.

Jika RepublikaN pada akhirnya ke pasangan IA, otomatis peluang Garuda’Na pun tertutup sudah, karena hanya memiliki 13,62 persen. Karena, syarat yang ditetapkan KPU harus memiliki minimal 15 persen suara dukungan.

Semula, dalam pendaftaran di KPU Sulsel, sedikitnya ada 10 partai yang memiliki dukungan ganda, yaitu ke Garuda’Na dan pasangan Ilham-Aziz (IA). Ke-10 parpol itu masing-masing Partai Buruh, PPRN, PPDI, PDP, Barnas, PNI Marhaenisme, Pelopor, PPD, PSI, dan RepublikaN. Setelah dilakukan verifikasi, empat parpol dinyatakan resmi ke IA; PPDI, PNI Marhaenisme, Pelopor, dan PSI.

Hal ini diakui sendiri oleh Ketua DPW PSI, Abdul Razak dan Ketua desk Pilkada Pelopor, Agus Budi, yang dihubungi malam tadi.

Abdul Razak mengatakan, walaupun kini partainya telah berbaju Nasrep, namun surat dukungan Nasrep ke Garuda’Na telah dicabut dan menyatakan mendukung IA.

“Surat dukungan bernomor 021.26.00/rekomendasi/SK/DPP/Nasrep/IX/12 telah dicabut dan ditegaskan dengan surat dukungan yakni surat yang merekomendasi saudara Ilham Arif Sirajuddin-Aziz Qahhar Mudzakkar (IA) dengan No surat 001/Rekomendasi-Nasrep/DPP/IX/2012 tertanggal 19 September yang ditandatangani oleh Ir Nasir Muhammad, dan Ir Faisal Arifin,” tegasnya.

Terpisah, Ketua Desk Pilkada Pelopor Sulsel Agus Budi, menegaskan bahwa partainya tetap ke IA. Hal ini berdasarkan suarat keputusan DPP Partai Pelopor No.28/sek-DPP/PP/IX/2012 perihal penegasan dukungan berdasarkan jawaban surat KPU tertanggal 16 September yang ditandatangani oleh pengurus Ir Hamzah Saleh sebagai ketua umum dan Ahmad Mustari sebagai sekjen.

Dalam surat tersebut materinya bukan hanya termuat mengenai dukungan kepada pasangan IA, namun juga penegasan bahwa dalam partai ini tidak sedang dualisme partai.

KPU sendiri baru akan mengumumkan hasil verifikasinya siang ini di Kantor KPU, Sabtu (22/9). Hal ini diakui oleh anggota KPU Sulsel, Ziarrahhaman Mustari semalam. Menurutnya, verifikasi yang dilakukannya telah hampir rampung, minus partai RepublikaN yang belum menyatakan dukungan.

“Saya belum bisa beberkan, nanti besoklah. Hanya diantara partai yang telah dikirimi surat untuk verifikasi, RepublikaN belum memberikan jawaban,” ulasnya semalam ketika dihubungi via telpon genggamnya.

Namun, pria yang akrab disapa Ziaur ini lebih tak ingin membeberkan hasil verifikasi KPU tahap pertama ini. ” Besoklah (hari ini red), kami akan umumkan hasil verifikasinya,” singkatnya.

Sementara itu, Ketua DPD RepublikaN Sulsel, Sulthani yang dikonfirmasi semalam, mengatakan bahwa verifikasi partainya telah diserahkan sepenuhya oleh KPU.

“Sebab itu menjadi tugas KPU,” singkatnya.

Soal dukungan dirinya menginginkan partainya konsisten mengusung IA. Meski begitu dirinya menyerahkan kepada DPP RepublikaN.

 

Ilham Ajak Rudi Berkolaborasi

 

Lalu, bila seandainya Garuda’Na gagal maju, kira-kira kemana arah dukungannya? Ternyata, Garuda’Na pun tetap dilirik kandidat lain. Salah stunya Ilham Arief Sirajuddin. Ilham mengaku, dirinya bisa saja berkolaborasi dengan Ketua DPW Partai Gerindra Sulsel Rudianto Asapa pada Pemilukada Sulsel yang di helat 22 Januari 2013 mendatang.

Alasannya menurut Ketua DPD Partai Demokrat Sulsel itu, dari awal dirinya telah membangun komunikasi dengan Rudi. “Dari awal sebelum Pak Rudi ingin maju, saya sudah bangun komunikasi. Saya orang yang paling menghargai kesenioran, artinya komunikasi politik awal kita ketika ada peluang untuk berkolaborasi tidak terlalu sulit komunikasinya itu,” ungkap Ilham saat dimintai komentarnya terkait jika Garuda’Na tidak lolos verifikasi KPUD saat berada di Warkop Phoenam di acara dialog, Jumat (21/9) pagi.

Tapi apapun hasil dari KPUD, mau tiga kandidat atau hanya dua kandidat yang berhasil maju bertarung di Pemilukada Sulsel, menurutnya, tidak menjadi masalah. “Kita ikuti saja apa hasil dari KPU nantinya. Mau tiga calon, dua calon,” ujar Walikota Makassar dua periode itu singkat.

Menurutnya, rival di Pilgub bukanlah musuh, tapi kawan sehingga komunikasi tetap terjaga.

Sementara Juru Bicara (Jubir) Garuda’Na Nasrullah Mustamin menyatakan hingga saat ini dirinya belum mengetahui jika sudah ada bangunan komunikasi politik antara Rudianto dan Ilham. Yang pasti tidak menutup kemungkinan kolaborasi itu bisa ada kedepannya. “Saya belum dapat info, tapi itu bisa saja terjadi kedepannya dan kami juga tidak tertutup soal itu,” ujarnya yang juga mengikuti dialog kemarin.

Dalam kesempatan itu usai acara Ilham langsung berpelukan dengan Nasrullah.

Menurut pengamat politik dari Unhas Ady Suryadi Culla, bila merunut pada sejarah, bila tidak lolos maka Garuda’Na tentu akan lebih memilih ke Sayang dibanding ke IA. “Peluang ke Sayang lebih besar dibanding ke IA,” jelasnya saat bersilaturahmi ke redaksi Rakyat Sulsel semalam. (RS9-RS11/D)

 

PARPOL KE IA

– PPDI (1,14%)

– PNI Marhaenisme (0,32)

– Pelopor (0,84)

– PSI/Nasrep (0,51)


Tag
div>