SABTU , 18 AGUSTUS 2018

Rivai Ras Kunjungi Keluarga Korban Penyanderaan Kelompok Abu Sayyaf Filipina

Reporter:

Editor:

rakyat-admin

Senin , 04 April 2016 14:03
Rivai Ras Kunjungi Keluarga Korban Penyanderaan Kelompok Abu Sayyaf Filipina

int

Makassar, RakyatSulsel.com Aksi penyanderaan yang dilakukan kelompok teroris abu sayyaf di filipina terhadap warga makassar, mengundang keprihatinan bakal calon gubernur sulsel, Dr. Ir. H. Abdul Rivai Ras, Ms. MM. M.Si. Rivai ikut mengutuk aksi tersebut.

Pada akhir pekan lalu, rivai mengunjungi rumah Rinaldy, salah satu korban penyanderaan teroris. Keluarga korban di makassar pun resah, karena rinaldy yang menjadi korban penyanderaan kapal TB Brahma 12 di filipina lima hari terakhir aksi pembajakan ini, mereka belum mendapatkan kabar dari Rinaldy. Makanya, rivai datang menghibur keluarga korban.

Rinaldy salah satu warga makassar, dari tiga korban penyanderaan  yang beralamat di jalan tinumbu lorong 132 J nomor 12 kelurahan Layang, kecamatan Bontoala. Pihak keluarga hingga lima hari terakhir ini belum mendapatkan kabar dari anggota keluarganya tersebut.

“saya mengutuk keras aksi penyanderaan yang dilakukan kelompok abu sayyaf. Sebab, korban itu punya keluarga yang tentu berharap anggota keluarganya bisa kembali dengan selamat,” ujar perwira berpangkat kolonel angkatan laut itu.

Mantan staf khusus Presiden SBY bidang pertahanan dan militer itu mengaku datang untuk menghibur keluarga korban. Rivai mengaku pernah punya pengalaman saat membebaskan sandera dari perompak di somalia. Dia berharap pemerintah bisa mengambil langkah tegas membebaskan para sandera itu.

Saat berkunjung ke kediaman korban, rivai diterima tante dan adik kandung rinaldy. Kepada rivai, mereka mengungkapkan terakhir kalinya hubungan melalui telepon dengan kerabatnya itu pada 14 maret 2016 lalu, sebelum berangkat dari kalimantan menuju filipina dengan menggunakan kapal Tagbu Brahma 12 dengan mengangkut batu bara.

[NEXT-RASUL]

“keluarga korban di makassar sangat sedih mendengarkan kabar dari jaringan teroris, setelah 31 maret deadline dimajukan ke 8 april 2016 untuk uang  tebusan tersebut. Pemerintah harus bertindak cepat karena ini menyangkut nyawa orang,” pinta pria asal bone itu.

Rinaldy dikenal sangat pendiam dan pekerja keras. Korban sebagai tulang punggung dari keluarga yang merupakan anak pertama dari tiga bersaudara dari ayah amiruddin dan ibu roslia.

Sebelumnya, 10 warga indonesia yang menumpangi kapal brahma 12 yang menjadi korban pembajakan jaringan teroris abu sayyaf. Tiga orang di antaranya warga sulsel dan satu orang warga makassar yakni rinaldy. (adv)


Tag
  • rivai ras
  •  
    div>